Iklan

Asrizal Wahdan Wilsa
Senin, 11 Oktober 2021, 09:42 WIB
Last Updated 2021-10-11T17:49:59Z
ArtikelMedia PembelajaranPendidikan

Pengertian, Karakteristik, dan Manfaat Media Video

Pengertian, Karakteristik, dan Manfaat Media Video

Dunia pendidikan selalu berkembang seiring dengan berkembangnya dunia. Begitu juga dengan sarana dan prasarana pendidikan semakin memadai dan semakin lengkap. Jika dulu sekolah-sekolah menggunakan sarana yang seadanya, sekarang sudah semakin lengkap. Sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan maksimal. Demikian juga media yang dipakai dalam proses belajar mengajar semakin kompleks.
 
Perkembangan teknologi pada akhirnya juga merambah kepada dunia pendidikan. Banyak sekolah yang sekarang memakai teknologi ini untuk memperlancar pembelajaran di sekolah. Teknologi dalam pembelajaran bisa menjadi sarana pembelajaran, metode/media dan sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Sebagai sarana teknologi merupakan alat untuk memperlancar pembelajaran. Sebagai metode/media teknologi sebagai inovator agar pembelajaran menjadi lebih menarik. Sedangkan sebagai sumber belajar tekonologi sebagai salah satu penyedia informasi bagi peserta didik.
Diantara banyaknya teknologi pembelajaran salah satunya adalah video/film. Sebagai salah satu media, video/film merupakan salah satu tekonologi pembelajaran yang memiliki kelebihan yang cukup baik untuk pelaksanaan pembelajaran.
 

Pengertian Video

 
Menurut K. Prent dkk, dalam Kamus Latin-Indonesia (1969: 926) video-vidi-visum yang artinya melihat (mempunyai daya penglihatan); dapat melihat ; Saya lihat. Istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape, dan juga perekam video serta pemutar video.
 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995:1119) mengartikan video dengan: 1) bagian yang memancarkan gambar pada pesawat televisi; 2) rekaman gambar hidup untuk ditayangkan pada pesawat televisi. Dalam kamus bahasa indonesia video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak.
 
Menurut Smaldino (2008: 374) mengartikannya dengan “the storage of visuals and their display on television-type screen” (penyimpanan/perekaman gambar dan penanyangannya pada layar televisi).
Video merupakan sarana yang paling tepat dan sangat akurat dalam menyampaikan pesan dalam bentuk audio-visual (Canning-Wilson, 1998). video akan sangat membantu pemahaman peserta didik. Peserta didik lebih suka menggunakan video untuk mempelajari bahasa melalui penayangan film atau hiburan di dalam kelas (Canning-Wilson, 2000).
 
Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa video itu berkenaan dengan apa yang dapat dilihat, utamanya adalah gambar hidup (bergerak; motion), proses perekamannya, dan penayangannya yang tentunya melibatkan teknologi.
 

Unsur-unsur media video

Unsur-unsur yang terdapat dalam media video yaitu antara lain:
 
1. Suara
Multimedia tanpa bunyi disebut unimedia. Bunyi atau audio dalam multimedia. Bunyi memainkan peranan penting dalam teknologi multimedia saat ini. Terdapat berbagai cara yang dapat digunakan agar dalam suatu multimedia terdapat suara manusia. Antara lain dengan cara merekam menggunakan microphone atau pengeras suara yang telah tersedia pada setiap komputer. Format yang mendukung suara adalah : mp3, wav, voc, snd, aud dan sebagainya. Di dalam sebuah tampilan slide multimedia pembelajaran bisa kita sisipkan berbagai macam suara yang bisa menjadikan tampilan itu lebih menarik untuk diikuti. Bunyi menghapuskan perasaan janggal dan seolah-olah pengguna sedang berkomunikasi dengan manusia lain dan bukan dengan mesin.
 
Dahulu suara berbentuk data atau sinyal analog yang direkam kedalam pita kaset, saat ini telah berkembang menjadi sinyal digital yang dapat disimpan dalam media penyimpanan komputer. Format audio yang paling banyak digunakan dalam file digital ini adalah mp3, midi, rm, aif, dan wav. Sedangkan dari segi kualitas audio yang baik, saat ini format mp3 merupakan pilihan yang terbaik. Disamping kapasitas file yang relatif kecil, suara yang dihasilkan juga cukup bagus. Untuk audio digital ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita. Software yang dapat digunakan untuk mengolah audio antara lain Adobe Audition, Cool Edit, Sony Sound Forge, dan lain sebagainya.
 
2. Animasi
Animasi adalah salah satu elemen multimedia yang cukup menarik, karena animasi membuat sesuatu seolah-olah bergerak. Animasi merupakan rangkaian sejumlah gambar yang ditampilkan secara bergantian. Animasi tidak hanya berguna untuk film saja, dalam dunia situs web, animasi digunakan untuk memberikan sentuhan manis pada situs. Sedangkan dalam dunia pendidikan, animasi dapat digunakan sebagai alat bantu penjelasan agar orang-orang yang diajar bisa lebih memahami maksud suatu konsep. Animasi dibagi dalam 2 kelas besar yaitu animasi 3 Dimensi dan animasi 2 Dimensi. Software yang dapat digunakan dalam membuat animasi cukup banyak diantaranya adalah Flash MX, Swish MX, Blender, untuk animasi 2D sedangkan 3DS Max, Maya 3D, Alias Maya, dan Autocad merupakan software yang dapat digunakan untuk membuat animasi 3D.

3. Grafik
Grafik boleh didefinasikan sebagai sebuah lukisan, pencetakan, gambar atau huruf dengan menggunakan berbagai media secara manual atau menggunakan teknologi komputer. Seni grafik berkomputer digunakan secara meluas dalam dunia kejuruteraan, industri berat, animasi dan perfilman. Teknik ini dapat menampakkan atau menvisualkan suatu imaginasi seseorang pada monitor komputer. Software yang dapat digunakan untuk mendesain atau melakukan manipulasi gambar digital adalah Corel Draw dan Corel Photo yang telah mencapai versi 13, Adobe Photoshop, Paint, ACDSee, dan lain sebagainya. Format gambar yang didukung dalam multimedia cukup beragam mulai dari BMP, JPG, tiff, ico,PNG, dan lain sebagainya.
 
4. Teks
Teks adalah sejenis data yang paling mudah dan memerlukan sedikit ruang untuk mengingat. Teks boleh digunakan dalam berbagai sub bidang untuk memberi penjelasan kepada suatu perkara dalam bentuk bacaan. Text berfungsi untuk memperkokoh media-media lain. Teks merupakan sarana penyampaian informasi. Penggunaan teks dalam multimedia tergantung pada karakteristik multimedia tersebut. Sebuah game multimedia tidak memerlukan teks yang banyak, sebaliknya sebuah multimedia ensiklopedi membutuhkan teks yang banyak.
 
Secara umum terdapat empat tipe teks :
  • Teks cetak Yaitu teks yang tercetak di atas kertas penggunaan teks ini sebagai basis dokumen pada multimedia harus diolah agar mampu dibaca oleh mesin.
  • Teks hasil scan .Teks jenis ini merupakan teks yang dihasilkan oleh scanner, merupakan hardware yang dapat digunakan untuk merubah teks cetak atau gambar cetak menjadi data elektrik sehingga dapat dibaca dan diedit dengan bantuan komputer.
  • Teks elektronik Yaitu teks yang dihasilkan oleh perangkat elektronik. Teks ini dapat dibaca komputer dan dikirim melalaui jaringan.
  • Hyperteks. Hyperteks merupakan dasar dalam produksi multimedia. Hyperteks adalah teks yang telah masuk link. Teks dengan tipe ini memungkinkan sisi interaktif dalam multimedia terpenuhi.
 

Jenis Teknik Video

Salah satu media pembelajaran yang menjadikan pembelajaran menjadi menarik dan berkesan adalah dengan video. Teknik video adalah alat elektronik yang melibatkan televisi, pita rekaman dan perekam video.
 
Ada dua jenis pengajaran yang bisa digunakan dalam pengajaran teknik video, yaitu:
 
Video Pengajaran Terus
Yaitu mengajar di kelas dengan screen tv secara langsung. Cara ini lebih sesuai untuk peringkat asas dan mendengar. Di dalam VPT hanya terdapat satu bahasa pengantar dan satu pembawa acara di dalam screen tv yang membimbing pelajar. Di dalam screen tv akan menonjolkan item-item penting yang akan dipelajari dan terdapat juga arahan yang menerangkan apa yang patut diperhatikan dan dilakukan oleh pelajar untuk menelusuri video tersebut. Dalam VPT, tayangan video itu mempersembahkan bahasa baru dan guru berperan menyusulinya dengan buku dan pits video sebagai latihan dan eksploitasi. Biasanya bahasa yang dipilih, adalah bertujuan untuk memenuhi keperluan tertentu. Dengan demikian guru akan mengunakan video sebagai sumber belajar.
 
Video Sumber
Video sumber tidak mengandungi bahan pengajaran secara terus, tetapi input bahasa yang dipilih dan degred masih berdasarkan pelajaran bahasa dan merupakan jenis pengajaran secara tidak langsung. Tujuan sumber video adalah untuk memberi ilustrasi bahasa baru bagi sesuatu tahap tertentu.
 
Jenis-jenis teknik video:
1. Pemahaman Mendengar (cloze/listening comphrehension)
Pada jenis ini terdapat berbagai aktivitas yang dijalankan. Para pelajar bisa diberi beberapa skrip narator cerita di dalam video dengan beberapa perkataan yang ditiadakakan. Tugas pelajar ialah mengisi tempat-tempat yang kosong dengan teliti. Sebagai alternatif, peserta didik boleh diminta untuk menjawab soal-soal pemahaman berdasarkan video yang dipertontonkan.

2. Tayangan Senyap (Silent Viewing)
Audio ditutup dan guru meminta siswa hanya menonton visual yang terdapat pada skrin TV. Siswa dibiarkan menerka apa yang dikatakan pada video yang mereka tonton. Mungkin mereka akan mengalami kesulitan dalam memahami perkataan yang ada dalam video tapi setidaknya mereka mampu memberitahu kata-kata kunci dan frasa.

3. Tayangan Bersilang (Jigsaw Viewing)
Setiap siswa secara berpasangan duduk saling membelakangi antara satu sama lain. Salah satu dari merreka menghadap monitor TV sebaliknya pasangannya menghadap ke arah sebaliknya. Anak yang tidak melihat video ditanya oleh anak yang melihat video.
 
Misalnya, siapakah orang yang memakai baju warna hijau?
 
Dimanakah video itu berlaku? Dan sebagainya.
 
Siswa yang menghadap video perlu memberikan opsi jawaban, dan siswa yang bisa menjawab dengan benar dianggap menang.

4. Tayangan Bersinar dengan Komentar (Jigsaw Viewing With Commentary)
Setiap siswa duduk secara berpasangan dengan belakang membelakangi satu sama lain. Guru memberitahu bahwa siswa yang tidak mengadap skrin TV, harus menjawab soal-soal berdasarkan sekuen video selepas aktivitas itu selesai dan pemenangnya adalah pasangan yang berupaya menjawab yang paling tepat.
 
Kemudian guru menayangkan video dengan menutup audionya, siswa yang menghadap skrin memberi komentar secara langsung tentang apa yang ditayangkan dalam video. Dan pasangannya harus memberi soal-soal untuk mendapatkan maklumat yang lebih banyak.

5. Pencarian Harta Karun Video (Video Treasure Hunt)
Warna pada skrin dikurangi supaya menjadi gelap dan tak ada apapun dapat dilihat. Sehingga hanya ada perkataan, komentar dan kesan-kesan bunyi yang bisa didengar, siswa diharapkan dapat menerangkan tentang aksi, watak, emosi, obyek dan sebagainya yang mereka rasa ada ditayangan.

6. Ramalan (Prediction)
Ramalan bisa meliputi semua apa yang akan berlaku sebelumnya dan apa yang kan dikatakan seterusnya. Kedua aktivitas ramalan ini mengharuskan siswa meramal sekuen video yang dihentikan secara tiba-tiba untuk menimbulkan respon lisan atau tulisan terkait dengan apa yang akan terjadi seterusnya.
Kemudian untuk mengetahui hasil respun dan pembicaraan-pembicaraan selanjutnya. Siswa akan dipertontonkan jalan cerita sebenarnya dari video.

7. Ramalan Sebelum (Reverse Prediction)
Aktivitas ini sangat sesuai untuk siswa yang baik penguasaan bahasanya. Dalam aktivs ini, siswa ditunjukkan bagian akhir dari cerita yang ditayangkan video yang pendek. Siswa diminta memberi penjelasan secara lsan dan tertulis bagaimana awal cerita dari akhir video yang ditayangkan. Kemudia siswa mempersembahkan cerita versi mereka. Persembahan bisa dijalankan secara keseluruhan video itu dari awal hingga akhir.

8. Urutan (Sequencing)
Siswa-siswa diberikan skrip video bertulis yang telah dicampuradukkan. Tugas mereka adalah menyusun skrip itu menjadi benar. Kegiatan ini paling cocok untuk video yang sekuennya menerangkan tentang proses-proses dan melibatkan seorang narator. Cara yang lain yaitu guru menyunting video itu dan mencampuradukkan peristiwa-peristiwa dalam video itu. Kemudian siswa-siswa mendiskusikan tentang bagaimanakah sebenarnya urutan video yang bagus .

Karakteristik Media Video
Untuk menghasilkan media video pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan efektifitas penggunaannya, maka media video memperhatikan karakteristik sebagai berikut.
  1. Televisi/video mampu memperbesar objek yang kecil, terlalu kecil bahkan tidak dapat dilihat secara kasat mata/mata telanjang. Misalnya, mikro organisme dalam tubuh dapat dengan jelas terambil oleh kamera dan dapat dilihat ditelevisi atau video.
  2. Dengan teknik editing objek yang dihasilkan dengan pengambilan gambar oleh kamera dapat diperbanyak (cloning).
  3. Televisi/video juga mampu memanipulasi tampilan gambar, sesekali objek perlu diberikan manipulasi tertentu sesuai dengan tuntutan pesan yang ingin disampaikan sebagai contoh objek-objek yang terjadi pada masa lampau dapat dimanipulasi digabungkan dengan masa sekarang.
  4. Televisi/video mampu membuat objek menjadi still picture artinya gambar atau objek yang ditampilkan dapat disimpan dalam durasi tertentu dalam keadaan diam.
  5. Daya tariknya yang luar biasa televisi atau video mampu mempertahankan perhatian siswa atau audien yang melihat televisi atau video tersebut. Hasil penelitian menunjukkan siswa bisa bertahan lebih lama hingga 1 sampai 2 jam untuk menyimak televisi atau video dengan baik dibandingkan dengan mendengarkan saja yang hanya mampu bertahan dalam waktu 25 sampai 30 menit saja.
  6. Televise/video mampu menampilkan objek gambar dan informasi yang paling baru, hangat dan actual (immediacy) atau terkini.

Karakteristik video sebagai fungsi

1. Clarity of Message
Melaui media video tersebut para siswa mampu mamahami pesan pembelajaran secara lebih bermakna sehingga informasi yang disampaikan melalui media tersebut dipahami secara utuh, sehingga dengan sendirinya informasi akan tersimpan secara permanen dalam memori jangka panjang (long term memory) dan bersifat retensi.
 
Untuk memenuhi karakter diatas, maka video pembelajaran harus:
  • Terdapat tujuan yang dirumuskan dengan jelas, baik tujuan akhir maupun tujuan antara
  • Terdapat materi pembelajaran yang dikemas kedalam unit – unit atau kegiatan spesifik sehingga memudahkan siswa belajar secara tuntas
  • Tersedia contoh danilustrasi yang mendukung kejelasan pemaparan materi pembelajaran
  • Menggunakan penuturan informasi (voice over) dengn bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Bahasa yang digunakan lebih bersifat komunikatif, artinya berupaya mengajak penonton utnuk terlibat alam materi yang disajikan
  • Kontekstual yaitu materi – materi yang disajikan terkait dengan suasana atau konteks tugas dan lingkungan siswa
  • Terdapat rangkuman materi pembelajaran
  • Terdapat instrument penilaian/assessment, yang memungkinkan siswa melakukan self assessment
  • Terdapat instrument yang dapat digunakan menetapkan tingkat penguasaan materi untuk menetapkan kegiatan belajar selanjutnya
  • Tersedia informasi tentang rujukan/pengayaan/referensi yang mendukung pelajaran yang dimaksud.
 
2. Stand Alone (berdiri sendiri)
Stand alone atau berdiri sendiri yaitu video yang dikembangkan tidak tergantung pada bahan ajar lain atau tidak harus digunakan bersama – sama dengan bahan ajar lain. Dengan menggunakan media video, siswa tidak perlu bahan ajar yang lain untuk mempelajari dan atau mengerjakan materi yang diberikan oleh guru. Jika siswa masih menggunakan dan bergantung pada bahan ajar lain, maka bahan ajar tersebut tidak dikategorikan sebagai bahan yang berdiri sendiri.

3. User Friendly
Media pembelajaran hendaknya juga memenuhi kaidah user friendly atau bersahabat/akrab dengan pemakainya. Setiap intruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon, mengakses sesuai dengan keinginan. Penggunaan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti serta menggunakan istilah yang umum digunakan merupakan salah satu bentuk user friendly.
 
4. Representasi Isi
Media video pembelajaran tidak sekedar memindahkan teks buku, atau modul menjadi media video, tetapi materi diseleksi yang betul – betul representative untuk dibuat media video. Misalnya khusus materi yang perlu terdapat unsure animasi, video, simulasi, demonstrasi, siswa tidak hanya membaca teks tetapi juga melihat animasi tentang sebuah proses menyerupai proses sebenarnya, sehingga mempermudah pemahaman dengan biaya yang relative lebih rendah disbanding langsung pada objek nyata. Representasi ini juga bermakna bahwa media video pada dasarnya dapat digunakan untuk berbagai materi pelajaran, baik sosial maupun sains.
 
5. Visualisasi dengan Multimedia (video, animasi, suara, teks dan gambar)
Materi dikemas secara multimedia terdapat didalam teks, animasi, sound dan video sesuai tuntutan materi. Teknologi 2D dan 3D dengan kombinasi teks akan mendominasi kemasan materi, hal ini cukup efektif untuk mengajarkan materi-materi yang sifatnya aplikatif, berproses, sulit terjangkau, berbahaya apabila langsung dipraktekkan, memiliiki tingkat keakurasian tinggi. Misalnya proses perakitan mesin, proses terjadinya hujan, proses peredaran darah pada tubuh, perubahan wujud benda dll dengan logika yang sama dapat dibuat dengan teknologi animasi.
 
6. Menggunakan kualitas resolusi yang tinggi
Tampilan berupa grafis media video dibuat dengan teknologi rekayasa digital dengan resolusi tinggi tetapi support untu setiap speech system computer. Tampilan yang menarik dengan memperbanyak image dan objek sesuai tuntutan materi, akan meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi pengajaran, tidak membuat jenuh, bahkan menyenangkan. Penggunaan template banyak warna untuk banyak disukai, meski warna hitam putih juga termasuk warna yang disukai oleh setiap individu.

7. Dapat digunakan sebagai klasikal atau individual
Video pembelajaran dapat digunakan oleh para siswa secara individual, tidak hanya dalam setting sekolah, tetapi juga dirumah. Materi dapat diulang-ulang sesuai kehendak pengguna. Dengan menggunakan CD ROOM atau TV siswa dapat mempelajari materi video melalui media video. Dapat pula digunakan secara klasikal dengan jumlah siswa maksimal 50 orang diruang computer, atau dikelas biasa, dapat dipandu oleh guru atau cukup meng=dengarkan uraian narasi dari narrator yang telah tersedia deprogram.
 

Cara Membuat Video untuk pembelajaran

Untuk membuat video dalam rangka pembelajaran, tentunya berbeda dalam pembuatan video untuk keperluan pribadi. M Fausiyah (2008) menjelaskan cara pembuaan video untuk pembelajaran adalah sebagai berikut:
  • Menetapkan adegan atau tema yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
  • Mengembangkan tema tersebut dan berusaha untuk membagi-bagi kejadian atau moment menjadi serangkaian bidikan atau serangkaian kejadian yang berurutan. Usahakan natural , agar siswa dapat mengikuti atau merasakan kejadian tersebut.
  • Kita harus membidik urutan kejadian tersebut dengan berbagai jenis atau ukuran bidikan
  • Bila akan mengubah atau memotong dua bidikan yang berurutan, hendaknya memberi sisipan bidikan dengan ukuran bidikan yang berbeda mencolok juga dari dua sudut bidik yang berbeda pula
  • Selain itu, perlu mengantisipasi adegan yang selanjutnya diharapkan siswa. Agar alunan yang wajar dari rangkaian bidikan kita bisa terangkai
  • Membantu terciptanya alunan tadi. Sudut bidik yang berlawanan arah menciptakan kesinambungan bidikan yang sangat berharga. Demikian pula bidikan-bidikan berdasarkan arah pandangan
  • Membidik satu objek dengan durasi yang panjang sangat tidak disarankan. Menunjukkan hal-hal yang penting saja agar menarik. Untuk menggabungkannya, manfaatkan fasilitas fade in/out yang terdapat pada hampir semua perangkat handycam.
  • Untuk memberikankesan yang meyakinkan bidikan-bidikan tersebut perlu dipertahankan paling tidak selama tiga detik supaya siswa dapt menangkap atau menghayati suatu adegan .
 

Kelebihan dan Kekurangan Video Sebagai Media Pembelajaran

 
Kelebihan :
  1. Mampu memperlihatkan motion pictures secara dinamis
  2. Mampu memperlihatkan tempat yang sulit untuk dijangkau atauberbahaya apabila dikunjungi
  3. Mampu memperlihatkan objek atau benda dari sudut pandang pemirsa
  4. Dapat menayangkan objek dalam 3 dimensi
  5. Mempercepat gerakan sebuah proses yang terlihat gambar danmemperlambat proses yang terlihat cepat
  6. Mampu memperlihatkan adegan dramatik baik yang dibuat denganskenario mapun adegan nyata
  7. Dapat menghadirkan gambar benda atau hewan yang tidak mungkin dihadirkan untuk didemonstrasikan dan dipelajari secara langsung
  8. Untuk kepentingan pembelajaran yang spesifik, sejarah misalnya
  9. Dapat digunakan sebagai sumber informasi yang perlu ditindaklanjuti dengan aktivitas pembelajaran lain
  10. Mampu mencapai aspek pembelajaran dalam ranah:
  • Kognitif : Video dapat dimanfaatkan untuk membelajar-kan hal-hal yang terkait dengan pengetahuan danintelektual siswa.Contoh : misalnya video dapat digunakan untukmenjelaskan tentang aplikasi hukum archimides dalamkehidupan nyata
  • Afektif :Program video dapat dimanfaatkan untuk melatih unsur emosi, empati,dan apresiasi terhaap suatu aktifitas atau keadaanCourtesy youtube
  • Psikomotor:Program video sangat tepat untuk digunakan dalam memperlihatkangerakan, atau aktivitas. Dalam bidang olahraga misalnya gerakan-gerakan dapat dengan mudah dipelajari dan ditiru oleh pemirsa.
  • Pada ranah meningkatkan kompetensi interpersonal, video memberikan kesempatan pada mereka untuk mendiskusikan apa yang telah mereka saksikan secara berjama’ah. Misalnya tentang resolusi konflik dan hubungan antar sesama, mereka bisa saling mengobservasi dan menganalisis sebelum menyaksikan tayangan video.

Kelemahan Penggunaan Media Video Pembelajaran

  1. Sebagaimana media audio-visual yang lain, video juga terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangan materi tersebut;
  2. Pemanfaatan media ini juga terkesan memakan biaya tidak murah dan penanyangannya juga terkait peralatan lainnya seperti videoplayer, layar bagi kelas besar beserta LCDnya, dan lain-lain.
 

Penutup

Media video merupakan media pembelajaran yang paling tepat dan akurat dalam menyampaikan pesan dan akan sangat membantu pemahaman peserta didik. Dengan adanya media video, siswa akan lebih paham dengan materi yang disampaikan pendidik melalui tayangan sebuah film yang diputarkan.
 
Unsur-unsur yang terdapat dalam media video seperti suara, teks, animasi, dan grafik. Dengan adanya media video siswa mampu mencapai kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, psikomotorik dan meningkatkan kemampuan interpersonal.
 
Jenis-jenis teknik video antara lain:
  • Pemahaman Mendengar (cloze/listening comphrehension)
  • Tayangan Senyap (Silent Viewing)
  • Tayangan Bersilang (Jigsaw Viewing)
  • Tayangan Bersinar dengan Komentar (Jigsaw Viewing With Commentary)
  • Pencarian Harta Karun Video (Video Treasure Hunt)
  • Ramalan (Prediction)
  • Ramalan Sebelum (Reverse Prediction)
  • Urutan (Sequencing)

Referensi

Cheppy Riyana. 2007. Pedoman Pengembangan Media Video. Jakarta:P3AI UPI.