Iklan

Asrizal Wahdan Wilsa
Minggu, 10 Oktober 2021, 14:07 WIB
Last Updated 2021-10-11T17:36:58Z
ArtikelMedia PembelajaranPendidikan

Pengertian, Jenis, dan Contoh Multimedia dalam Pembelajaran

Pengertian, Jenis, dan Contoh Multimedia dalam Pembelajaran

Proses belajar mengajar atau proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan pelaksanaan kegiatan kurikulum di dalam suatu lembaga pendiikan . agar mengenai tujuan sasaran siswa untuk mencapai pendiikan yang telah ditetapkan maka ada beberapa metode atau teknik. Pembelajaran ada aspek mendukung misalnya, metoe dan media pmbelajaran sebagai alat bantu mengajar
 
Dengan berkembangnya teknologi informatika yang sangat cepat, ada beberapa pilihan media pembelajaran. Salah satunya menggunakan computer untuk menjadi media pembelajaran yang dipergunakan untuk siswa sekolah. Computer dapat juga sebagai alat komunikasi melalui internet yang berfungsi untuk mencari informasi didunia.
 
Teknologi merupakan sebuah penemuan yang memungkinkan menghadirkan beberapa atau semua bentuk stimulus yaitu menghubungkan manusia dengan realita, gambar bergerak atau tidak tulisan suara yang direkam. Ehingga pembelajaran akan lebih optimal , namun demikian masalah yang timbul tidak semudah yang dibayangkan. Pengajar atau guru merupkan orang yang memiliki kemampuan untuk merealisasikan stimulus terebut dalam bentuk pembelajaran.

Pengertian Multimedia Pembelajaran

 
Penting untuk kita mengetahui pengertian dari media sebelum memahami pengertian multimedia. Hal tersebut agar kita akan lebih paham mengenai arah atau maksud adanya multimedia itu sendiri dan tujuan dari media dan media pembelajaran itu sendiri. Kata “Media” berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari “medium”, secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Association for Education and Communication Technology (AECT), mengartikan kata media sebagai segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses informasi.
 
National Education Association(NEA) mendefinisikan media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut. Sedangkan Heinich, dkk (1982) mengartikan istilah media sebagai “the term refer to anything that carries information between a source and a receiver”. Sedangkan pembelajaran adalah suatu proses transfer ilmu/ pengetahuan dari pendidik kepada peserta didik. Dengan melihat pengertian dari media dan multiedia tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah sarana/ wahana untuk menyalurkan informasi/ ilmu dari pendidik kepada peserta didik.
 
Media adalah salah satu jenis dari media pembelajaran. Namun, Definisi multimedia memang belum jelas. Namun secara sederhana dapat diartikan sebagai lebih dari satu media. Didalam multimedia terdapat penggabungan antara media audio, visual, slide bergambar dan bersuara, animasi, dan lain-lain. Melihat dari ciri-ciri tersebut maka secara umum dapat didefinisikan bahwa multimedia adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video,dan animasi. Penggabungan ini merupakan satu kesatuan yang secara bersama-sama menampilkan informasi, pesan, atau isi pelajaran.
 
Sistem pembelajaran multimedia merupakan teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara, dan video yang diintegrasikan dalam penyajian materi yang diajarkan pada siswa. Dengan menggunakan sistem pembelajaran berbasis multimedia dapat menciptaka suasana belajar mengajar yang menyenangkan dan interaktif sehingga dapat menambah motivasi siswa selama proses belajar mengajar berlangsung yang dapat mendorong penyerapan materi menjadi lebih optimal. Media yang dapat digunakan dalam pembelajaran berbasis multimedia ini adalah audio, slide suara, multimedia dan e- learning.
 
Kemampuan multimedia ini adalah suatu kemampuan menggabungkan antara teks, gambar, audio, musik, animasi gambar atau video dalam satu kesatuan yang mampu mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan demikian, materi yang disajikan akan semakin menarik dan dapat menimbulkan feedback yang positif dari peserta didik karena mereka akan semakin termotivasi dalam belajar sehingga materi yang diajarkan dapat dengan mudah dicernanya. Penggunaan komputer multimedia dalam proses pembelajaran mempunyai tujuan meningkatkan mutu pembelajaran dan pembelajaran itu sendiri. Jenis peralatan yang dipakai dalam multimedia ini diantaranya: komputer, video kamera, VCR, Overhead Projector, multivision atau sejenisnya, CD Player, dan CD. Sebenarnya CD player merupakan peralatan tambahan (External Peripheral) komputer, namun sekarang sudah menjadi bagian unit komputer tertentu.
 
Berdasarkan pemaparan diatas, akan dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan multimedia pembelajaran ialah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video, dan animasi yang menjadi satu kesatuan yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
 

Sejarah Perkembangan Multimedia

 
Pada proses belajar mengajar sering kali dihadapkan pada materi yang abstrak dan diluar pengalaman peserta didik sehari-hari, sehingga materi tersebut menjadi sulit bagi guru untuk menjelaskan dan secara otomatis akan juga sulit untuk dipahami oleh siswa. Visualisasi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjelaskan sesuatu yang abstrak.
 
Gambar dua dimensi atau model tiga dimensi adalah visualisasi yang sering dilakukan dalam hal Kegiatan PBM (Proses Belajar Mengajar). Pada era informatika, visualisasi berkembang dalam bentuk gambar bergerak (animasi) yang dapat ditambahkan suara ( audio). Sajian audio visual atau lebih dikenal dengan sebutan multimedia menjadikan visualisasi lebih menarik.
 
Dalam hal ini komputer dengan dukungan multimedia dapat menyajikan sebuah tampilan berupa teks yang tidak monoton dan lebih menarik yang lebih interaktif. Tampilan tersebut akan membuat pengguna lebih leluasa memilih, menyaring dan memahami pengetahuan yang ingin diketahuinya. Hasilnya, komputer dapat mengatasi siswa yang lamban menerima pelajaran, karena komputer tidak pernah bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi, sebagaimana perintah user/ pengguna.
 
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sejarah mengenai hadirnya multimedia pembelajaran ialah merupakan perkembangan atau inovasi dari media-media sebelumnya dan merupakan gabungan dari media-media yang ada sebelumnya.
 

Tahapan Penyusunan Software Multimedia

 
Sebelum menginjak pada tahap penyusunan Software Multimedia, terlebih dahulu perlu dipahami mengenai syarat yang harus dipenuhi dalam multimedia pendidikan adalah sebagai berikut:
  1. Pengoperasian yang mudah dan familier (User Friendly)
  2. Mudah untuk diInstall ke komputer yang akan digunakan oleh pengguna
  3. Media pembelajaran yang interaktif dan komunikatif.
  4. Sistem pembelajaran yang mandiri. Dalam arti, multimedia ini dapat difungsikan oleh peserta didik secara mandiri tanpa membutuhkan penjelasan terperinci oleh guru, sehingga aman dan mudah dipakai dimana saja dan kapan saja.

Setelah mengetahui akan syarat penggunaan multimedia, barulah bisa merambah ketahapan penyusunan software multimedia. Menurut sutopo (2003) perencanaan dan penyusunan software multimedia dapat dilakukan melalui tahapan berikut ini:
  • Tahap menentukan tujuan dan karakter siswa (Conception),
  • Tahap rancangan produk yang berbasis multimedia, tinjauan struktur nafigasi dan tinjauan desain yang berorientasi obyek (designing)
  • Tahap pengumpulan bahan (material Collecting),
  • Tahap pembuatan multimedia (assembly)
  • Tahap uji coba produk layak digunakan atau tidak (Testing)
  • Tahap penyebarluasan produk yang telah dibuat (distribution)
 
Sedangkan syarat materi yang akan diolah adalah:
  1. Materi relevan dengan tujuan,
  2. Materi cocok untuk pembelajaran komputer
  3. Materi yang dipilih diperlukan orang banyak
  4. Materi tidak sering berubah
  5. Dengan mempertimbangkan bahwa materi multimedia akan digunakan bersama dengan materi lain.
 

Mendesain software Multiedia Pembelajaran

 
Pengkonsepan software multimedia ini sangatlah penting, hal ini karena orientasi jangka panjang yang diharapkan pada software perlu dipertimbankang agar seimbang antara pembuatan dan pemakaian. Pendesainan software ini harus melihat perkembangan zaman dan subyeknya atau pemakainya, sehingga desain akan semakin menarik minat pengguna serta memotivasi pengguna untuk mempelajarinya. Dengan mempertimbangkan hal demikian, maka didalam buku Srategi Pembelajaran Pembelajaran Sekolah Berstandar Internasional dan Nasional yang mengutip pendapat dari Simon dan Thompson yakni ada tiga jenis tipe software multimedia, yakni Functional Design, Physical Design dan Logical Design. Ketiga tipe ini memiliki kekhususan sendiri-sendiri.

Menyusun Materi Software Multimedia

Materi adalah hal pokok dan mendasar yang menjadi inti dari multimedia ini. materi yang akan dibuat harus disusun sedemikian menarik, komunikatif dan serta praktis agar dapat menarik minat peserta didik. Sebelum materi disusun terlebih dahulu dipersiapkan sebagaimana persyaratan diatas. Jika dirasa sudah cukup, maka proses penyusunan bisa dilakukan.
 
Yang pertama ialah materi disusun pada setiap frame, teknik ini lebih dikenal dengan istilah Screen Mapping Screen Map dipersiapkan dengan menuliskan, mengetik dan mempersiapkan gambar atau film untuk setiap screen dari awal sampai akhir program. Materi Screen Map akan tampak sama dengan yang ada dilayar monitor. Dalam Screen Map pengembang software multimedia pembelajaran menyusun Lay Out Frame yang tampak sama seperti dilayar monitor.
 
Pengolahan tampilan memerlukan kreativitas dalam memadukan garis, warna, bidang, gambar, suara, film, dan kartun menjadi harmonis.
 
Setelah naskah materi pembelajaran dan tampilan disiapkan, langkah berikutnya memasukkan materi kedalam komputer dengan menggunakan bahasa komputer. Dengan menggunakan seperangkat perintah yang terdapat dalam acromedia Flash 8 atau autoware, maka hasil produk multimedia sudah dapat dilihat untuk disempurnakan.

Kelebihan dan kekurangan multimedia

Kelebihan
  1. Multimedia bersifat interaktif dan fleksibel
  2. Memberikan umpan balik pada siswa dan kemudahan mengontrol
 
Kelemahan
  1. Hanya dapat berfungsi sesuai yang telah diprogramkan.
  2. Memerlukan peralatan multimedia yang cukup mahal
  3. Memerlukan peralatan minimal prosesor, memori kartu grafis dan monitor
  4. Membutuhkan keahlian
  5. Mengembangkannya memerlukan tim profesional
  6. Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam perencanaan dan produksinya.

Penutup

1. Multimedia pembelajaran adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video, dan animasi yang menjadi satu kesatuan yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
 
2. Sejarah mengenai hadirnya multimedia pebelajaran ialah merupakan perkembangan atau inovasi dari media-media sebelumnya dan merupakan gabungan dari media-media yang ada sebelumnya.
 
3. Syarat yang harus dipenuhi dalam multimedia pendidikan adalah sebagai berikut:
  • Pengoperasian yang mudah dan familier (User Friendly)
  • Mudah untuk diInstall ke komputer yang akan digunakan oleh pengguna
  • Media pembelajaran yang interaktif dan komunikatif.
  • Sistem pembelajaran yang mandiri. Dalam arti, multimedia ini dapat difungsikan oleh peserta didik secara mandiri tanpa membutuhkan penjelasan terperinci oleh guru, sehingga aman dan mudah dipakai dimana saja dan kapan saja.
 
4. Dalam didalam buku Srategi Pembelajaran Pembelajaran Sekolah Berstandar Internasional dan Nasional yang mengutip pendapat dari Simon dan Thompson yakni ada tiga jenis tipe software multimedia, yakni Functional Design, Physical Design dan Logical Design. Ketiga tipe ini memiliki kekhususan sendiri-sendiri.
 
5. Penyusunan materi software multimedia dibagi menjadi media, yaitu:
  • Pertama ialah materi disusun pada setiap frame atau Screen Mapping. Screen
  • Siapkan naskah materi.
  • Setelah naskah materi pembelajaran dan tampilan disiapkan, langkah berikutnya memasukkan materi kedalam komputer dengan menggunakan bahasa komputer.
 
6. Adapun Kelebihan multimedia ialah
  1. Multimedia bersifat interaktif dan fleksibel
  2. Memberikan umpan balik pada siswa dan kemudahan mengontrol
7. Sedangkan Kelemahan multimedia ialah
  1. Hanya dapat berfungsi sesuai yang telah diprogramkan.
  2. Memerlukan peralatan multimedia yang cukup mahal
  3. Memerlukan peralatan minimal prosesor, memori kartu grafis dan monitor,
  4. Membutuhkan keahlian
  5. Mengembangkannya memerlukan tim profesional
  6. Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam perencanaan dan produksinya
 

Referensi

  • Amri, Iif Khoiru Ahmadi dan Sofan. 2010. “Strategi Pembelajaran Berstandar Internasional dan Nasional”. Jakarta: Prestasi Pustaka Raya. 
  • Nurseto, Tejo. 2011. “Membuat Media Pembelajaran yang Menarik”. Jurnal Ekonomi & Pendidikan.Volume 8 Nomor 1. April. 
  • Rahman, Azhar Arsyad dan Asfah. 2009. “Media Pembelajaran”. Jakarta: Rajawali Press.