Iklan

Asrizal Wahdan Wilsa
Sabtu, 09 Oktober 2021, 22:04 WIB
Last Updated 2021-10-11T17:28:38Z
ArtikelMetode PembelajaranPendidikan

Metode Pembelajaran Latihan (Drill)

Metode Pembelajaran Latihan (Drill)


Pengertian Metode Pembelajaran Latihan (Drill)

Metoda adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan. Dewasa ini aktivitas guru yang bertindak sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswa. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (2002: 22) juga sesuai dengan petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar kelas. Tentang pengertian metoda latihan ialah latihan siap sangat sesuai untuk melatih keterampilan, baik keterampilan fisik maupun mental dan menurut pendapat Syaiful Sagala dan Subana (217: 202).
 
 Metode latihan (Driil) merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Latihan adalah suatu teknik mengajar yang mendorong siswa untuk melaksanakan kegiatan latihan agar memiliki ketangkasan / keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari. Menurut Djamarah dan Zain (2006) metode latihan adalah suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu, yang digunakan untuk memperoleh ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan. 
 
Sagala (2003) menyatakan bahwa Metode latihan (metode drill) adalah metode latihan, atau metode training yang merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan” Sedangkan Roestiyah (2001: 125) mengungkapkan metode latihan adalah cara mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
 

Penerapan Metode Latihan (Drill)

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disipmpulkan metode latihan (metode drill) adalah suatu cara mengajar yang dilakukan guru untuk menanamkan suatu kebiasan-kebiasaan tertentu atau mengajarkan siswa melakukan suatu latihan-latihan. Hal ini dilakukan supaya siswa dapat memperoleh suatu ketangkasan maupun keterampilan yang lebih baik lagi.

Fungsi dan Manfaat Metoda Latihan

Metode Latihan atau drill dapat diterapkan untuk materi yang menekankan aspek keterampilan, baik keterampilan fisik maupun keterampilan mental karena dengan latihan, sesuatu keterampilan dapat dikuasai. Beberapa hal yang yang harus diperhatikan dalam penggunaan teknik/ metode latihan.
  1. Sifat latihan berbeda dengan latihan sebelumnya, karena situasi dan pengaruh latihan berbeda. Hal itu mendatangkan kondisi, respon serta tanggapan yang berbeda.
  2. Penilaian latihan dengan keseluruhan pelajaran disekolah perlu dikaitkan agar siswa ada dorongan motivasi untuk mengetahui tujuan latihan serta kaitannya dengan pelajaran sehingga dapat memanfaatkannya dalam kehidupan.
 

Contoh Penerapan Metode Latihan (Drill)

Metode latihan (driil) ia berhubungan dengan pembentukan kemahiran motoris (fisik) ataukah kemahiran yang bersifat penyesuaian seperti kemahiran untuk memecahkan suatu soal atau kecakapan dalam penyelesaian diri terhadap suatu situasi (petunjuk pelaksanaan mengajar, 21: 22).

Agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan, guru harus memperhatikan dari pihak anak didik, yaitu mereka memiliki dorongan minat dan perhatian terhadap apa yang sedang dipelajari, pelaksanaan metoda latihan harus tetap diusahakan mengembangkan minat dan meningkatkan kemampuan anak didik.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Latihan

Kelebihan Metode Latihan (Drill) menurut Djamarah dan Zain (2006: 6):

  1. Untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, kata-kata atau kalimat, mbuat alat-alat, dan terampil menggunakan setiap peralatan.
  2. Untuk memperoleh kecakapan mental seperti, perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan, tanda-tanda (simbol- simbol), dan sebagainya.
  3. Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat, seperti hubungan huruf-huruf dalam ejaan, penggunaan simbol,dan sebagainya.
  4. Pembentukan kebiasaan yang dilakukan dan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan.
  5. Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memerlukan adanya konsentrasi dalam pelaksanaanya.
  6. Pembentukan kebiasan-kebiasan membuat gerakan-gerakan yang kompleks, rumit, menjadi lebih otomatis.
 

Langkah-Langkah Penerapan Metode Latihan (Drill)

Berikut ini Langkah-Langkah Penerapan Metode Latihan (Metode Drill), agar pembelajaran dapat terlaksana dengan efektif serta hasil belajar dapat sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
  1. Siswa terlebih dahulu dibekali dengan pengetahuan secara teori, sesuai dengan bahan ajaran yang akan diterapkan dengan metode pembelajaran drill.
  2. Guru memberikan contoh latihan soal sebelum diberikannya latihan tentang materi pembelajaran yang telah diberikan.
  3. Guru memberikan latihan soal-soal tentang materi yang telah diberikan, kemudian dilakukan oleh siswa, dengan bimbingan guru.
  4. Guru mengoreksi dan membetulkan kesalahan-kesalahan latihan yang dilakukan oleh siswa.
  5. Siswa diharuskan mengulang kembali latihan untuk mencapai gerakan otomatis yang benar.
  6. Pengulangan yang ketiga kalinya atau terakhir, guru melakukan evaluasi hasil belajar siswa, dengan lembar tes. Evaluasi dilakukan pada saat melakukan kegiatan yang ketiga kalinya.
 

Referensi

  • Djamarah, Syaiful Bachri dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta. Jakarta
  • Karli, H. dan Sri Yulirtianingsih, M (2002), Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, Jakarta; Bina Media Informasi
  • Mulyana, E (2003), Strategi Pembelajaran dan Diagnosis Kesulitan Belajar Siswa, Makalah, Bandung, PP BPG.
  • Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
  • Sagala, Syaiful (2003), Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung; Alfabeta.