Iklan

Asrizal Wahdan Wilsa
Kamis, 07 Oktober 2021, 22:03 WIB
Last Updated 2021-10-11T16:41:39Z
ArtikelPendidikan

Menyongsong Pendidikan Abad 21

Menyongsong Pendidikan Abad 21

Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang pesat. Di era teknologi seperti saat ini,  banyak sekali perubahan yang kita rasakan, salah satunya dalam bidang pendidikan. Abad 21 merupakan abad yang tidak terlepas dari istilah teknologi, semua yang ada di dalam aktivitas manusia menggunakan teknologi sebagai penunjangnya. Namun, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan suatu kecakapan yang harus dimiliki oleh masing-masing individu yaitu kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan terhadap TIK.

Kecakapan tersebut merupakan salah satu modal dasar bagi individu khususnya para kaum akademisi yang sudah seharusnya mengikuti perkembangan zaman yang disertai dengan kecakapan-kecakapan tersebut. 
 

Pengertian Pendidikan Abad 21

Pendidikan Abad 21 merupakan pendidikan yang mengintegrasikan antara kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan terhadap TIK.

Kecakapan tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai model pembelajaran berbasis aktivitas yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran.

Kecakapan yang dibutuhkan di Abad 21 adalah keterampilan berpikir lebih tinggi (Higher Order Thinking Skills (HOTS)) yang sangat diperlukan untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan global

Direktorat PSMA Ditjen Pendidikan dasar dan menengah Kemdikbud memetakan kecakapan abad 21 yang harus dimiliki dan dikuasai peserta didik diantaranya :

Menyongsong Pendidikan Abad 21

1. Kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving skill)

Berpikir kritis bersifat mandiri, berdisiplin diri, monitor diri, memperbaiki proses berpikir sendiri. Hal itu dipandang sebagai aset penting terstandar dari cara kerja dan cara berpikir dalam praktek. Hal itu memerlukan komunikasi efektif dan pemecahan masalah dan juga komitmen untuk mengatasi sikap egosentris dan sosiosentris bawaan (Paul and Elder, 2006:xviii ).

Berpikir kritis menurut Beyer (1985) adalah kemampuan dalam :

  1. menentukan kredibilitas suatu sumber,
  2. membedakan antara yang relevan dari yang tidak relevan,
  3. membedakan fakta dari penilaian,
  4. mengidentifikasi dan mengevaluasi asumsi yang tidak terucapkan,
  5. mengidentifikasi bias yang ada,
  6. mengidentifikasi sudut pandang, dan
  7. mengevaluasi bukti yang ditawarkan untuk mendukung pengakuan.

Masih banyak para ahli yang memberikan pengertian atau definisi berpikir kritis ini, saya ramu untuk anda sebagai berikut,bahwa berpikir kritis adalah :

  1. Menggunakan berbagai tipe pemikiran/penalaran atau alasan, baik induktif maupun deduktif dengan tepat dan sesuai situasi.
  2. Memahami interkoneksi antara satu konsep dengan konsep yang lain dalam suatu mata pelajaran, dan keterkaitan antar konsep antara suatu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.
  3. Melakukan penilaian dan menentukan keputusan secara efektif dalam mengolah data dan menggunakan argumen.
  4. Menguji hasil dan membangun koneksi antara informasi dan argumen.
  5. Mengolah dan menginterpretasi informasi yang diperoleh melalui simpulan awal dan mengujinya lewat analisis terbaik.
  6. Membuat solusi dari berbagai bermasalahan non-rutin, baik dengan cara yang umum, maupun dengan caranya sendiri.
  7. Menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan h. Menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan suatu masalah.
Menyongsong Pendidikan Abad 21

Steven Weirather Pixabay.com

2. Kecakapan berkomunikasi (Communication Skills)

Komunikasi merupakan proses transmisi informasi, gagasan, emosi, serta keterampilan dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dsb. Raymond Ross (1996) mengatakan bahwa “Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator”.

  1. Kecakapan komunikasi dalam proses pembelajaran antara lain sebagai berikut.
  2. Memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia (ICT Literacy).
  3. Menggunakan kemampuan untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi, di dalam dan di luar kelas, maupun tertuang pada tulisan.
  4. Menggunakan bahasa lisan yang sesuai konten dan konteks pembicaraan dengan lawan bicara atau yang diajak berkomunikasi.
  5. Selain itu dalam komunikasi lisan diperlukan juga sikap untuk dapat mendengarkan, dan menghargai pendapat orang lain, selain pengetahuan terkait konten dan konteks pembicaraan.
  6. Menggunakan alur pikir yang logis, terstruktur sesuai dengan kaidah yang berlaku.
  7. Dalam Abad 21 komunikasi tidak terbatas hanya pada satu bahasa, tetapi kemungkinan multi-bahasa.
 

3. Kreatifitas Inovasi (Creativity and Innovation Skills)

Creativity is “the achievement of something remarkable and new, something which transforms and changes a field of endeavor in a significant way . . . the kinds of things that people do that change the world.” Guilford (1976) mengemukakan kreatifitas adalah cara-cara berpikir yang divergen, berpikir yang produktif, berdaya cipta berpikir heuristik dan berpikir lateral.

Beberapa kecakapan terkait kreatifitas yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran antara lain sebagai berikut.

  1. Memiliki kemampuan dalam mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru secara lisan atau tulisan.
  2. Bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.
  3. Mampu mengemukakan ide-ide kreatif secara konseptual dan praktikal.
  4. Menggunakan konsep-konsep atau pengetahuannya dalam situasi baru dan berbeda, baik dalam mata pelajaran terkait, antar mata pelajaran, maupun dalam persoalan kontekstual.
  5. Menggunakan kegagalan sebagai wahana pembelajaran.
  6. Memiliki kemampuan dalam menciptakan kebaharuan berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki.
  7. Mampu beradaptasi dalam situasi baru dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan.
 

4. Kollaborasi (Collaboration skills)

Kolaborasi dalam proses pembelajaran adalah suatu bentuk kerjasama dengan satu sama lain saling membantu dan melengkapi dalam melakukan tugas-tugas tertentu agar diperoleh suatu tujuan yang telah ditentukan.

Kecakapan terkait dengan kolaborasi dalam pembelajaran antara lain sebagai berikut.

  1. Memiliki kemampuan dalam kerjasama berkelompok
  2. Beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain.
  3. Memiliki empati dan menghormati perspektif berbeda.
  4. Mampu berkompromi dengan anggota yang lain dalam kelompok demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

 

Untuk mewujudkan hal tersebut diatas diperlukan sebuah lingkungan belajar yang mendukung skill /keahlian dan kemampuan serta keterampilan untuk hidup dan bekerja di abad 21.
Lingkungan belajar yang bagaimana yang dibutuhkan di abad 21 ?

Internet memiliki peran kunci yang sangat penting dalam memperoleh infomasi dan pengetahuan. Pada detik ini , jutaan informasi diposting melalui berbagai media social, baik berupa teks, gambar, suara maupun video, dari hal ini bagaimana peserta didik mampu mengakses, menafsirkan, menganalisis dan mengevalusi informasi serta dapat hidup dalam dunia dengan perubahan yang sangat cepat.

Semua negara sudah menyadari tantangan saat ini sehingga mereformasi dan mentransformasi system pendidikannya agar lebih siap dengan realitas dunia saat ini, seperti perubahan iklim, kekurangan sumber daya , pandemic covid-19.
Hal ini menuntut dunia pendidikan untuk dapat memecahkan masalah-masalah kompleks tersebut, dan itu semua tidak akan dapat diselesaikan hanya pada buku teks atau Ujian Nasional.

Para pendidik harus bisa mendorong dan menumbuhkan peserta didiknya menjadi manusia Tangguh dan mampu belajar seumur hidup, sehingga mampu beradaptasi pada keadaan dunia yang selalu berubah dengan sangat cepat.

Pendidik harus mampu merubah lingkungan belajar, yang bukan hanya fokus pada penguasaan konten oleh siswa, tapi juga mengarahkan siswa untuk dapat berkolaborasi atau bekerjasama untuk memecahkan real world problem (permasalahan dunia nyata), serat memiliki keterampilan berkomunikasi yang kompleks.

Anak didik kita lahir di dunia digital, internet dan media digital tersebar luas, mereka menggunakan perangkat ini dalam kehidupannya, sehingga para guru harus dapat merancang tugas, dimana siswa dapat menggunakan media digital dan internet yang memungkinkan mengembangkan keterampilan peserta didik untuk hidup di abad 21.

Selaras dengan apa yang di gariskan oleh Kemdikbud, Microsoft memberikan gambaran tentang pembelajaran abad 21 (21st century learning Design) dengan enam rubrik pembelajaran abad ke-21 nya, yang masing-masing merupakan keterampilan penting bagi siswa untuk mengembangkannya, yaitu:

Menyongsong Pendidikan Abad 21

  • kolaborasi (Collaboration)
  • komunikasi yang terampil (Skilled Communication)
  • konstruksi pengetahuan (Knowledge Contruction)
  • regulasi diri (Self Regulation)
  • pemecahan masalah dan inovasi dunia nyata (Real World Problem Solving and Innovation)
  • penggunaan ict untuk belajar (Use of ICT for learning)

 

Referensi :

  • Implementasi Pengembangan Kecakapan Abad 21 dalam Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .Dit.PSMA Ditjen.Pendidikan Dasar dan Menengah.2017
  • https://education.microsoft.com/en-us/learningPath/e9a3beec/course/8220d07e/0