Iklan

Asrizal Wahdan Wilsa
Kamis, 07 Oktober 2021, 23:33 WIB
Last Updated 2021-10-11T16:47:54Z
ArtikelMedia PembelajaranPendidikan

Media Pembelajaran dan Aplikasinya


Pengertian Media Pembelajaran


Kajian teori media pembelajaran, pemahaman, dasar, manfaat, jenis, dan cara memilih media. Sementara ditinjau dari segi menurut Heinich, and friends (1982) dalam Arsyad (2013: 3) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang menyampaikan informasi antara sumber dan penerima. Definisi tersebut menekankan istilah media sebagai perantara.

Media berfungsi untuk menghubungkan informasi dari satu pihak ke pihak lain. Sedangkan dalam dunia pendidikan kata media disebut media pembelajaran. Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar.

Lebih lanjut, Gagne dan Briggs (1975) dalam Arsyad (2013:4) secara eksplisit mengatakan bahwa media pembelajaran mencakup alat-alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi bahan ajar. Dari kedua pengertian tersebut, media merupakan alat yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran.

Alat ini dapat berupa alat grafik, visual, elektronik dan audio yang digunakan untuk mempermudah informasi yang disampaikan kepada siswa. Berdasarkan definisi atau pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan pesan, ide atau gagasan berupa bahan ajar kepada siswa oleh guru.


Dasar Penggunaan Media


Menurut Piaget dalam Slameto (2010:13) mengatakan bahwa Ada tiga tahap perkembangan mental anak, yaitu:

  1. berpikir secara intuitif + 4 tahun,
  2. beroperasi secara konkrit + 7 tahun,
  3. beroperasi secara mandiri resmi + 11 tahun.


Proses belajar di lingkungan belajar siswa harus disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa. Anak usia sekolah dasar pada umumnya in berada pada tahap perkembangan mental operasional konkret. Karena itu Dalam pembelajaran di sekolah dasar, guru harus menyediakan kondisi belajar nyata.

Media pembelajaran dapat digunakan untuk menciptakan kondisi belajar yang nyata. Dengan menggunakan media pembelajaran, pesan yang abstrak dapat diubah menjadi pesan yang beton. Misalnya, guru menyampaikan pesan tentang teknik membaca scanning, ketika guru hanya menjelaskan maka siswa akan kesulitan memahami teknik membaca scan.

Tetapi ketika guru menggunakan majalah, buku atau koran sebagai media dan menunjukkan secara langsung bagaimana teknik membaca dan memindai, kemudian siswa dengan mudah menerima pesan yang disampaikan oleh guru.

Selanjutnya, landasan teori penggunaan media dalam proses pembelajaran yaitu Kerucut pengalaman Dale adalah elaborasi rinci dari konsep tiga tingkat pengalaman dikeluarkan oleh Burner. Dalam kerucut dijelaskan bahwa pengalaman secara langsung (konkret) memberikan hasil belajar yang setinggi-tingginya.


Lanjut dengan peniruan, dramatisasi, karyawisata, televisi, pameran gambar langsung, gambar diam, simbol visual dan simbol kata (abstrak) yang memberikan porsi paling sedikit. Meski begitu urutan ini tidak berarti proses pembelajaran dan interaksi belajar-mengajar harus selalu menjadi pengalaman langsung, tetapi dimulai dengan pengalaman yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.


Manfaat Media Pembelajaran


Disampaikan oleh Daryanto (2013:5) bahwa proses Belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari siswa pengenalan kepada penerima. Dalam proses pembelajaran ada pesan yang ingin kamu sampaikan disampaikan.

Pesan tersebut dapat berupa informasi yang mudah diserap oleh pengguna penerima, tetapi juga dapat berupa informasi yang abstrak atau sulit untuk dipahami diterima. Saat pesan tersampaikan tidak dapat diterima oleh penerima, solusi yang dapat menyampaikan pesan.

Media adalah sarana atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima pesan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman penerima pesan. Sudjana dan Rivai (2013:2) mengatakan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu:

  1. Mengajar akan menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
  2. Makna materi pelajaran akan lebih jelas sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa siswa, dan memungkinkan siswa untuk lebih menguasai tujuan pembelajaran.
  3. Metode pengajaran akan lebih bervariasi, tidak hanya narasi verbal melalui kata-kata guru. Agar siswa tidak bosan, dan guru jangan sampai kehabisan tenaga apalagi saat guru mengajar setiap pelajaran.
  4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, karena tidak hanya mendengarkan deskripsi guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.


Media pembelajaran dapat mempertinggi proses dan hasil pengajaran adalah tentang taraf berfikir siswa. Hal tersebut juga sejalan dengan teori perkembangan mental piaget, yang menambahkan bahwa terdapat tahap perkembangan mental seorang individu. Tahap manusia berfikir mengikuti tahap perkembangan berfikir dari kongkrit menuju abstrak.

Media pemakaian pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan dan bahkan pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

  1. Fungsi kognitif dapat memperoleh temuan-temuan informasi dari media tersebut.
  2. Fungsi kompensatoris memberikan konteks untuk membantu siswa memahami bahan.


Memilih Media Pembelajaran


Apa Manfaat Memilih Media Pembelajaran?


Media adalah perantara atau penghubung. Media pembelajaran memberikan manfaat dalam pembelajaran di kelas, diantaranya meningkatkan perhatian siswa, motivasi siswa, meningkatkan efektifitas pembelajaran dan penyesuaian dengan tingkat perkembangan siswa.  Selanjutnya pada tingkat yang menyeluruh dan umum media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  1. Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang tersedia, waktu yang tersedia (waktu mengajar dan pembangunan materi dan media), sumber-sumber yang tersedia (manusia dan materi).
  2. Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran.
  3. Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik, dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lainnya.
  4. Pertimbangan lainnya adalah kesenangan (preferensi .) lembaga, guru dan pelajar dan keefektifan biaya.


Lebih lanjut untuk menjelaskan tentang Kriteria dalam pemilihan media, menambahkan beberapa Kriteria pemilihan media yaitu:

  1. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai,
  2. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi,
  3. Praktis, luwes dan bertahan,
  4. Guru terampil menggunakannya,
  5. Pengelompokan sasaran,
  6. Mutu teknis.


Prinsip-Prinsip Pengembangan Media?

Selain itu media pembelajaran yang baik harus memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan media yang sesuai dengan teori-teori belajar. Prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah:

  1. Memotivasi siswa dalam belajar,
  2. Memahami perbedaan individu,
  3. Sesuai dengan tujuan pelajaran,
  4. Isi yang terorganisasi,
  5. Ketersediaan siswa dalam belajar,
  6. Menumbuhkan emosi siswa,
  7. Menumbuhkan partisipasi siswa,
  8. Memberikan Umpan balik, 9) Penguatan,
  9. Latihan dan Latihan,
  10. Penerapan.


Sedangkan media khusus pembelajaran berbasis visual, perlu memperhatikan beberapa aspek. Dalam proses penaatan itu harus memperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan, dan penekanan.

Unsur-unsur visual yang selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah bentuk, garis, ruang, tekstur, dan warna. Pendapat ahli diatas dalam proses pengembangan media berbasis visual, perlu diperhatikan prinsip-prinsip penataan gambarnya, yaitu pengembangannya.

Prinsip pengembangan media visual yang pertama adalah jumlah kesederhanaan, prinsip-prinsip kesederhanaan mengacu pada jumlah elemen-elemen yang terdapat pada gambar visual. Semakin sedikit atau sederhana akan lebih mudah dijangkau oleh siswa.

Prinsip selanjutnya adalah keterpaduan, prinsip keterpaduan mengacu pada hubungan antar aspek dalam gambar visual, apakah elemen-elemen dalam gambar saling terkait. Prinsip selanjutnya adalah penekanan, diperlukan penekanan dalam gambar, untuk menonjolkan salah satu elemen dibandingkan elemen lainnya.

Prinsip selanjutnya adalah keseimbangan, artinya gambar visual harus menempati ruang yang memberikan keseimbangan, meskipun tidak sepenuhnya simetris. Prinsip selanjutnya adalah pemilihan bentuk, pemilihan bentuk berkaitan dengan elemen gambar apa yang terdapat dalam media visual, bentuk yang menarik dapat menggugah minat dari anak.

Prinsip selanjutnya adalah garis, digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur sehingga dapat memperjelas gambar visualisasi media tersebut. Prinsip selanjutnya adalah tekstur, tekstur dalam media visual diartikan sebagai visualisasi media yang menunjukan suatu bentuk yang kasar atau halus.

Prinsip terakhir adalah warna yang digunakan untuk memberikan kesan, penekanan, keterpaduan. Penggunaan warna harus diperhatikan sehingga mampu menambah daya tarik dari visualisasi media tersebut.