Iklan

Asrizal Wahdan Wilsa
Jumat, 08 Oktober 2021, 21:38 WIB
Last Updated 2021-10-11T16:51:09Z
ArtikelNewsPendidikan

Aspek Psikologi dalam Belajar

Pengertian Psikologi Belajar

Ditinjau dari segi ilmu bahasa, ‘psikologi’ berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘psyche’ yang di artikan “jiwa” dan kata ‘logos’ yang berarti ‘ilmu’ (Mangal). Dua kata tersebut bila digabung menjadi ilmu jiwa, sehingga psikologi adakalanya terjemahkan menjadi ‘ilmu jiwa’. Psikologi belajar adalah ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip perilaku manusia dalam penerapannya bagi belajar dan pembelajaran. Dengan kata lain, psikologi belajar memberi kontribusi bagi guru ketika ia menjalankan tugas mengajar di dalam kelas sehingga tampak pada kinerjanya ketika mengajar dengan mempertimbangkan prinsip psikologis murid. Sebelum mengambil kesimpulan tentang pengertian “Psikologi Belajar”, ada baiknya dipelajari dari beberapa pengertian yang telah dirumuskan oleh para ahli tentang “Psikologi Pendidikan” sebagai berikut: (Mahfud)

  • Lister D. Crow and Alice Crow, Ph. dalam bukunya “Educational Psychology” menyatakan bahwa psikologi pendidikan ialah Ilmu pengetahuan praktis yang berusaha untuk menerangkan belajar sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan secara ilmiah dan fakta-fakta sekitar tingkah laku manusia.
  • W.S. Winkel dalam bukunya “Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar” menyatakan bahwa psikologi pendidikan adalah salah satu cabang dari psikologi praktis yang mempelajari prasarat-prasarat (fakta- fakta) bagi belajar di sekolah berbagai jenis belajar dan fase-fase dalam semua proses belajar. Dalam hal ini, kajian psikologi pendidikan sama dengan psikologi belajar.
  • James Draver, dalam “Kamus Psikologi”. Psikologi Pendidikan (Educational Psychology); adalah cabang dari psikologi terapan (applied psychology) yang berkenaan dengan penerapan asas-asas dan penemuan psikologis problema pendidikan ke dalam bidang pendidikan.
  • H. Carl Witherington, dalam bukunya “Educational Psychology”. Psikologi Pendidikan; adalah suatu studi tentang prosesproses yang terjadi dalam pendidikan.
  • Belajar dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang dilakukan individu secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari apa yang telah dipelajari sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Aktivitas di sini dipahami sebagai serangkaian kegiatan jiwa raga, psikofisik, menuju ke perkembangan pribadi individu seutuhnya, yang menyangkut unsur cipta (kognitif), rasa (afektif), dan karsa (psikomotorik).
    (2002: 2)


Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi belajar adalah ilmu yang mempelajari, menganalisis prinsip-prinsip perilaku manusia dalam proses belajar
dan pembelajaran.


Fungsi Psikologi Belajar dalam Pembelajaran 

Menurut Gage & Berliner (2005: 6-8), psikologi belajar memiliki beberapa fungsi, yaitu untuk menjelaskan, memprediksikan, mengontrol fenomena (dalam kegiatan belajar mengajar), dan dalam pengertiannya sebagai ilmu terapan juga memiliki fungsi merekomendasikan. Psikilogi belajar berfungsi memberikan pemahaman mengenai sifat dan keterkaitan berbagai aspek dalam belajar dan pembelajaran. Dalam hal ini psikologi belajar mengkaji konsep mengenai aspek perilaku manusia yang terlibat dalam belajar dan pembelajaran, serta lingkungan yang terkait. Sebagaimana dijelaskan bahwa perilaku siswa/siswi terkait dengan konsep-konsep tentang pengamatan dan aktivitas psikis (intelegensi, berpikir,motivasi), gaya belajar, individual defferencies, dan pola perkembangan individu. Sedangkan perilaku guru membangkitkan motivasi murid; memilih dan melaksanakan metode pembelajaran efektif; dan melaksanakan penilaian yang tepat. Dengan demikian, psikologi belajar dapat membantu guru untuk memahami bagaimana individu belajar, yang tercakup di dalamnya adalah pengertian dan ciri-ciri belajar serta bentuk dan jenis belajar. Dengan mengetahui individu belajar maka kita dapat memilih cara yang lebih efektif untuk membantu memberikan kemudahan, mempercepat, dan memperluas proses belajar individu.


Manfaat Mempelajari Psikologi Belajar 

Psikologi belajar amat penting bagi setiap orang, akan sangat terasa betapa pentingnya pengetahuan tentang psikologi belajar itu, apabila seorang guru diserahi tanggung jawab sebagai pemimpin, baik pemimpin perkumpulan keagamaan, perkumpulan olah raga, kesenian, sekolah dan sebagainya. Semuanya itu akan kurang sempurna jika tidak dilengkapi dengan psikologi, agar dapat melaksanakan kepemimpinan itu dengan sebaik-baiknya. Sebab dalam menjalankan kepemimpinan itu kita akan dihadapkan kepada pertanyaan-pertanyaan seperti, bagaimana seorang pemimpin dalam memimpin bawahannya, supaya dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama? Bagaimana pula kita mempengaruhi mereka agar dapat bekerja untuk mencapai tujuan dan hasil yang baik? Apa pula sesuatu yang dapat kita lakukan apabila kita memperhatikan seseorang tertentu? Bagaimana cara-cara melayani mereka yang berlain-lainan sifat, watak dan kepribadiaannya? Sesuaikah sikap dan tindakan kita sendiri terhadap kelompok dan anggotaanggota yang kita pimpin itu? Pertanyaan-pertanyaan ini akan dapat dijawab dengan mudah, jika didasarkan atas pengetahuan psikologi dan pengalaman-pengalaman praktek dalam kependidikan. 

Dari ilustrasi di atas semakin jelas kiranya bahwa pengetahuan psikologi dan khususnya psikologi belajar, amat berguna bagi setiap manusia. Adapun manfaat psikologi belajar (1991: 15) sebagai berikut: 

  1. Meletakkan tujuan belajar, 
  2. Mengatur kondisi-kondisi belajar yang efektif, 
  3. Mencegah terjadi dan berkembangnya gangguan-gangguan mental dan emosi, 
  4. Mempertahankan adanya kesehatan jiwa yang baik, 
  5. Mengusahakan berkembangnya daya mampu dan daya guna dari kondisi jiwa sehat yang ada, 
  6. Memberikan berbagai informasi yang diperlukan dalam proses belajar, 
  7. Membantu setiap siswa/siswi dalam mengatasi masalah- masalah pribadi yang dihadapi, 
  8. Mengenal dan memahami setiap siswa/siswi baik secara individual maupun secara kelompok. 

Chaplin (1972) menitikberatkan manfaat atau kegunaan mempelajari psikologi belajar untuk memecahkan masalah-masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan dengan cara menggunakan metode-metode yang telah disusun secara rapi dan sistematis. Kemudian Lindgren (1985) berpendapat bahwa manfaat mempelajari psikologi belajar ialah untuk membantu para guru dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik mengenai proses pembelajaran. Secara umum manfaat dan kegunaan psikologi belajar menurut Muhibinsyah (2003: 18) bahwa psikologi belajar merupakan alat bantu yang penting bagi penyelenggara pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Psikologi belajar dapat dijadikan landasan berpikir dan bertindak bagi guru, konselor, dan juga tenaga profesional kependidikan lainnya dalam mengelola proses pembelajaran. Sedangkan proses pembelajaran tersebut adalah unsur utama dalam pelaksanaan setiap sistem pendidikan. 

Manfaat dan kegunaan psikologi belajar juga membantu untuk memahami karakteristik murid apakah termasuk anak yang lambat belajar atau yang cepat belajar, dengan mengetahui karakteristik ini diharapkan guru dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran secara optimal. Misalnya, ketika seorang guru mengajar matematika pada siswa/siswi kelas I MI kemudian ada salah seorang muridnya yang selalu jalan-jalan dan mengganggu temannya, maka seorang guru harus tanggap dan menelusuri karakteristik muridnya, mengapa dia berbuat seperti itu, apakah dikarenakan dia sudah faham dengan materi tersebut atau sebaliknya.


Referensi 

Nurjan,Syarifan. 2016. Psikologi Belajar. CV. Wade Group: Ponorogo