Iklan

Asrizal Wahdan Wilsa
Senin, 11 Oktober 2021, 00:02 WIB
Last Updated 2021-10-12T03:40:13Z
ArtikelPendidikanWawasan

Pengertian, Ciri, dan Fungsi Motivasi Belajar

Pengertian, Ciri, dan Fungsi Motivasi Belajar


Pengertian Motivasi Belajar 

Istilah motivasi berasal dari bahasa Latin movere, yang berarti gerak dan dorongan untuk bergerak. Dengan begitu, memberikan motivasi bisa diartikan dengan memberikan daya dorongan sehingga sesuatu yang dimotivasi tersebut dapat bergerak. Jadi, peran motivasi dalam pembelajaran yaitu sebagai pendorong siswa untuk giat dalam belajar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.


Motivasi itu akan muncul dalam diri seorang individu itu secara sadar dan tidak sadar dalam melakukan suatu tujua yang diinginkan. Menurut Mc Donald yang dikutip oleh Sadirman, motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan munculnya “Feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan Mc Donald ini mengandung tiga elemen penting yaitu: (1) bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energy pada diri setiap individu manusia, (2) motivasi ditandai dengan munculnya rasa dan afeksi seseorang, (3) motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan.


Sedangkan A.W. Bernard yang dikutip oleh Purwa Atmaja berpendapat bahwa, motivasi adalah sebagai fenomena yang dilibatkan dalam perangsangan tindakan kearah tujuan-tujuan tertentu yang sebelumnya kecil atau tidak ada gerakan sama sekali kearah tujuantujuan tertentu. Motivasi merupakan usaha memperbesar atau mengadakan gerakan untuk mencapai tujuan tertentu. Irwanto juga berpendapat bahwa, motivasi adalah penggerak perilaku.


Motivasi belajar adalah pendorong seseorang untuk belajar. Jadi, motivasi merupakan dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Mengenai pengertian belajar, berikut ini akan dikemukakan menurut pendapat para ahli antara lain: a) Hilgard dan Bower Belajar adalah memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan mendapatkan informasi atau menemukan. b) Muhibbin Syah  Belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.


Sadirman A.M mendefinisikan motivasi dalam kegiatan belajar sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar itu dapat tercapai. Bertolak dari pendapat diatas, dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak yang berasal dari diri seseorang yang akan digunakan untuk mencapai tujuan yang dinginkan. Jadi yang dimaksud motivasi belajar adalah suatu keseluruhan daya penggerak yang berasal dari diri seseorang kemudian dihubungkan dengan aktivitas belajar yang akan menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan akan menunjukkan kemana arah aktivitas belajarnya untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkannya. 


2. Teori Motivasi Belajar 

Teori merupakan suatu pendapat yang didasarkan pada penlitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi yang mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, argumentasi asas dan hukum umum, yang menjadi dasar ilmu pengetahuan. Dalam psikologi dikenal ada beberapa teori motivasi, mulai dari teori motivasi fisiologis, teori aktualisasi diri dari Maslow, teori motivasi dari Murray, teori motivasi hasil, teori motivasi dari psikoanalisis dan teori motivasi intrinsik dan teori motivasi belajar. Berikut akan dijelaskan sebagian dari sekian teori motivasi tersebut: 


a. Teori Motivasi Fisiologis 

Teori ini dikembangkan oleh Morgan dengan sebutan Central Motive State (CMS) atau keadaan motif sentral. Teori ini bertumpu pada proses fisiologis yang dipandang sebagai dasar dari perilaku manusia atau pusat dari semua kegiatan manusia. Ciri-ciri CMS adalah bersifat tetap, tahan lama bahwa motif sentral itu ada secara terus menerus tanpa bisa dipengaruhi oleh faktor luar maupun dalam diri individu yang bersangkutan. 


b. Teori Aktualisasi Diri 

Maslow Abraham Maslow adalah psikolog humanis yang berpendapat bahwa manusia dapat bekerja ke arah kehidupan yang lebih baik. Maslow mengemukakan adanya lima tingkatan kebutuhan pokok manusia. Kelima tingkatan kebutuhan pokok inilah yang kemudian dijadikan pengertian kunci dalan mempelajari motivasi manusia. Adapun kelima tingkatan kebutuhan pokok yang dimaksud adalah sebagai berikut: 

  1. Kebutuhan fisiologis, kebutuhan ini merupakan kebutuhan dasar yang bersifat primer dan vital, yang menyangkut fungsi-fungsi biologis dasar dari organisme manusia seperti kebutuhan akan pangan, sandang dan papan, kebutuhan fisik, dsb. 
  2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (safety and scurity) seperti terjaminnya keamanannya, terlindung dari bahaya dan ancaman penyakit, perang, kemiskinan, kelaparan, perlakuan tidak adil, dsb. 
  3. Kebutuhan sosial (social needs) yang meliputi antara lain kebutuhan akan dicintai, diperhitungkan sebagai pribadi, diakui sebagai anggota kelompok, rasa setia kawan, kerja sama. 
  4. Kebutuhan akan penghargaan (esteem needs) termasuk kebutuhan dihargai karena prestasi, kemampuan, kedudukan atau status, pangkat, dsb. 
  5. Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization) seperti antara lain kebutuhan mempertinggi potensi-potensi yang dimiliki, pengembangan diri secara maksimal, kreatifitas dan ekspresi diri.


Adapun teori motivasi belajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori motivasi belajar yang dikembangkan oleh Hamzah B. Uno. Beliau mengatakan bahwa motivasi belajar dibedakan atas dua kelompok, yakni motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Adapun ciri-ciri (yang selanjutnya dalam skripsi ini disebut sebagai indikator) dari masing-masing kelompok motivasi ini adalah: 

  1. adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil, 
  2. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar,
  3. Adanya harapan dan cita-cita masa depan, 
  4. adanya penghargaan dalam belajar, 
  5. Adanya keinginan yang menarik dalam belajar, dan
  6. Adanya lingkungan belajar yang kondusif. 

Tiga indikator pertama masuk dalam motivasi intrinsik, sedangkan tiga yang terakhir termasuk dalam motivasi ekstrinsik.
 

Ciri-ciri Motivasi Belajar 

 

Adapun beberapa ciri-ciri untuk mengetahui motivasi dalam diri seseorang sebagaiman dijelaskan oleh Sardiman A.M., yaitu : 

  1. Tekun menghadapi tugas, tak berhenti sebelum selesai. 
  2. Ulet menghadapi kesulitan, tak putus asa. 
  3. Lebih senang belajar sendiri 
  4. Cepat bosan pada tugas rutin (berulang-ulang begitu saja) 
  5. Dapat mempertahankan pendapatnya kalau sudah yakin akan sesuatu 
  6. Senang memecahkan masalah atau soal. 

Apabila siswa memiliki ciri-ciri seperti diatas, maka siswa tersebut memiliki motivasi yang kuat dalam belajarnya. Motivasi belajar yang kuat mutlak dimiliki oleh siswa yang menginginkan kesuksesan belajar. Di sini guru dituntut untuk membangkitkan motivasi belajar siswa dengan berbagai cara dengan inovasi yang menarik minat siswa untuk belajar. 
 

Macam-macam Motivasi 

 

Motivasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya:

   1. Motivasi intrinsik 

Motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup dalam situasi belajar yang bersumber dari kebutuhan dan tujuan-tujuan siswa sendiri. Motivasi ini sering disebut “motivasi murni”, atau motivasi yang sebenarnya, yang timbul dalam diri dalam diri peserta didik. Motivasi ini timbul tanpa pengaruh dari luar.motivasi intrinsik ini merupakan motivasi yang hidup dalam diri peserta didik dan berguna dalam situasi belajar yang fungsional. Suatu kegiatan atau aktivitas yang dimulai dan diteruskan berdasarkan penghayaran suatu kebutuhan dan dorongan yang secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Dorongan ini datang dari :hati sanubari”, umumnya karena kesadaran akan pentingnya sesuatu. Atau dapat juga karena dorongan bakat apabila ada kesesuaian dengan bidang yang dipelajari. Motivasi intrinsik lebih menekankan pada faktor dari dalam diri sendiri, motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. 


Pada motivasi intrinsik “tidak ada sasaran tertentu, dan karenanya Nampak lebih sesuai dengan dorongan asali dan yang murni untuk mengetahui serta melakukan sesuatu (aktivitas). Sebagai contoh seseorang yang senang membaca, ia sudah rajin mencari buku-buku untuk dibacanya. Belajar yang efektif menurut beberapa tokoh psikologi diantarnya Winkel yang dikutip oleh Rifa Hidayah adalah “cara belajar yang teratur, tuntas, berkesinambungan dan produktif”. Kebiasaan belajar yang efektif menurut Rifa Hidayah dapat ditinjau dari tiga hal, yaitu: 

  1. Memahami kekuatan diri. Memahami kekuatan diri dalam belajar kita harus mengenali bagaimana kemampuan kita dalam belajar, termasuk kelebihan dan kekurangan, seperti memahami bakat, minat dan kemampuan dasar serta intelegensi.
  2. Mengatur dan menggunkan waktu secara efektif. Menggunakan waktu sebaik mungkin untuk terus belajar dan dalam suasana yang menyenangkan, sebab bila belajar tanpa adanya suasana yang nyaman maka akan menyebabkan kejenuhan belajar. 
  3. Belajar itu terbatas. Belajar itu terbatas maksudnya proses belajar dapat terjadi dan dilaksanakan di mana dan kapan saja, atau tidak dibatasi oleh ruang gerak dan waktu.atau dapat diisyaratkan sebagai long live education, artinya pendidikan/belajar itu berlangsung seumur hidup, yang dimulai sejak lahir hingga meninggal dunia. 

Selain kebiasaan belajar, maka kepribadian siswa juga merupakan salah satu motivasi intrinsik yang harus diperhatikan. Sebab individu memiliki kepribadian yang sifatnya sangan individual, dimana taka da dua orang yang sama persis kepribadiannya.Kemudian jika dilihat dari segi tujuan kegiatan belajar yang dilakukannya, maka yang dimaksud dengan motivasi intrinsik disini adalah ingin mencapai tujuan yang terkandung didalam perbuatan belajar itu sendiri. Misalnya saja seorang siswa belajar karena dia memang benar-benar ingin mendapatkan penegtahuan/ nilai atau ketrampilan tertentu dan tidak karena tujuan selain itu. Itulah sebabnya motivasi intrinsik juga dapat dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan suatu dorongan dari diri dan secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajarnya. 


Perlu diketahui bersama bahwa siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik, yang berpengetahuan, yang ahli dalam bidang studi tertentu, sehingga denga motivasi yang ada dalam dirinya, ia akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mewujudkan keinginanya. Satu-satunya jalan untuk menuju ketujuan yang ingin dicapai adalah belajar, tanpa belajar tidak mungkin mendapat pengetahuan, dan tidak mungkin mendapat pengetahuan,dan tidak mungkin menjadi ahli. Dorongan yang menggerakkan itu bersumber pada suatu kebutuhan, kebutuhan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan. Jadi memang motivasi itu muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan secara esensial dan bukan hanya sekedar symbol. Dalam proses belajar, motivasi intrinsik memiliki pengaruh yang relative lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar (ekrtinsik).


2.  Motivasi ekstrinsik 

Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar, seperti: angka, kredit, ijazah, tingkatan, hadiah, medali, pertentangan dan persaingan ; yang bersifat negative ialah sarkasme, ejekan, dan hukuman. Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan di sekolah, sebab pembelajaran di sekolah tidak semuanya menarik minat, atau sesuai dengan kebutuhan siswa. Ada kemungkinan sisiwa belum menyadari pentingnya bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dalam keadaan ini siswa bersangkut perlu motivasi agar dapat belajar. Guru berupaya membangkitkan motivasi belajar sisiwa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri. Tidak ada rumus tertentu yng dapat digunakan oleh guru untuk setiap keadaan.


Motivasi ekstrinsik bukan berarti yang tidak diperlukan atau tidak baik dalam pendidikan. Motivasi ekstrinsik diperlukan agar siswa termotivasi untuk belajar. Berbagai macam cara bisa dilakukan agar anak didiknya termotivasi. Guru yang berhasil mengajar adalah guru yang pandai membangkitkan minat siswa dalam belajar, dengan memanfaatkan motivasi ekstrinsik dalam berbagai bentuk. Kesalahan penggunaan bentuk-bentuk motvasi ekstrinsik bukan berfungsi sebagai pendorong, tetapi menjadikan siswa malas belajar. Karena itu. Guru harus bisa dan pandai mempergunakan motivasi ekstrinsik ini dengan akurat dan benar dalam rangka menunjang interaksi edukasi dikelas.

Oleh karena itu, motivasi ekstrinsik dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalam aktivitasnya dimulai dan diteruskan yang dikarenakan ada dorongan dari luar. Perlu ditegaskan bahwa, berarti motivasi ekstrinsik ini tidak baik atau tidak penting. Dalam kegiatan belajar mengajar tetap penting, ini dikarenakan kemungkinan besar keadaan siswa itu dinamis, dan mungkin juga komponen-komponen lain dalam proses belajar mengajar ada yang kurang menarik bagi siswa, sehingga diperlukan motivasi ekstrinsik.18 Dari keterangan diatas, motivasi dari dalam maupun luar diri individu sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan dicapainya. Oleh karena itu, pendidikan yang baik itu yang dapat menumbuhkan motivasi dari dalam dan dari luar diri individu, sehingga ada dorongan yang dapat berkembang dalam diri individu tersebut yang sesuai perkembangannya. 

 

Fungsi motivasi Belajar 

 

Dalam suatu kegiatan belajar mengajar pasti akan ditemukan siswa yang malas untuk berpartisipasi dalam belajar. Peristiwa ini sering dialami oleh siswa, misalnya ada siswa yang aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan belajar, dan ada juga siswa yang malas dan enggan untuk mengikuti pelajaran dan tidak berminat terhadap mata pelajaran yang disajikan oleh guru. Maka perlu diselidikan dan adanya tindak lanjut mengenai sebab mengapa siswa tersebut tidak berminat dan kurang adanya semangat dalam dirinya. Keadaan seperti ini perlu adanya upaya yang dapat mendorong agar siswa tersebut mau berpartisispasi dan mengikuti pelajaran tersebut. Dengan kata lain, siswa perlu untuk diberikan rangsangan agar tumbuh motivasi dalam dirinya dan siswa terebut menjadi semangat untuk belajar. Beberapa fungsi motivasi terhadap diri seseorang (siswa), sebagai berikut: 

  1. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi motivasi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. 
  2. Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. 
  3. Menyelesaikan perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. 

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa fungsi motivasi memiliki posisi yang penting dalam pembelajaran. Karena motivasi dapat mendorong dan mengarahkan bagaimana perbuatan seseorang (siswa) supaya dapat terarah dalam kegiatan yang sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Menurut Fudyartanto sebagaimana dikutip oleh Purwa Atmaja, fungsi-fungsi motivasi sebagai berikut:
  1. Motif bersifat mengarahkan dan mengatur tingkah laku individu. 
  2. Motif sebagai penyeleksi tingkah laku individu.
  3. Motif memberi energy dan menahan tingkah laku individu.

Disamping itu, ada juga fungsi-fungsi lain. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang bak dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. dengan kata lain, dengan adanya usaha yang tekun dan turitama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akandapat melahirkan prestasi yang baik. intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajar.