Iklan

Asrizal Wahdan Wilsa
Minggu, 10 Oktober 2021, 22:27 WIB
Last Updated 2021-10-11T17:42:03Z
ArtikelModel PembelajaranPendidikan

Definisi Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning)

Definisi Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning)

Pengertian Model Pembelajaran Langsung


Pembelajaran langsung dapat didefinisikan sebagai model pembelajaran di mana guru mentransformasikan informasi atau keterampilan secara langsung kepada peserta didik, pembelajaran berorientasi pada tujuan dan di strukturkan oleh guru. (Depdiknas, 2010: 24). Menurut Killen dalam depdiknas (2010: 23) pembelajaran langsung atau Direct Instruction merujuk pada berbagai teknik pembelajaran ekspositori (pemindahan pengetahuan dari guru kepada murid secara langsung, misalnya : melalui ceramah, demonstrasi, dan Tanya jawab) yang melibatkan seluruh kelas. Pendekatan dalam model pembelajaran ini berpusat pada guru, dalam hal ini guru menyampaikan isi materi pelajaran dalam format yang sangat terstruktur, mengarahkan kegiatan para peserta didik, dan mempertahankan fokus pencapaian akademik.

Teori Perkembagan Jean Peaget

Menurut Jean Piaget kemampuan untuk bergaul dengan hal-hal yang lebih abstrak diperlukan untuk mencerna gagasan-gagasan dalam berbagai mata pelajaran akademik. Piaget meyakini bahwa pengalaman-pengalaman fisik dan manipulasi lingkungan penting bagi terjadinya perubahan perkembangan peserta didik. Dalam pembelajaran langsung guru menjelaskan materi dan melakukan pelatihan terbimbing serta memberikan kesempatan siswa untuk mengadakan pelatihan mandiri sehingga siswa dapat menemukan pengalaman-pengalaman nyata tentang suatu materi tertentu.

Tahapan Model Pembelajaran Langsung

 
Menurut Bruce dan Weil (1996), sebagai berikut:
 
Tahap 1 : Orientasi
Sebelum menyajikan dan menjelaskan materi baru, akan sangat menolong siswa jika guru memberikan kerangka pelajaran dan orientasi terhadap materi yang akan disampaikan. Bentuk-bentuk orientasi dapat berupa:
  1. Kegiatan pendahuluan untuk mengetahui pengetahuan yang relevan dengan pengetahuanyang telah dimiliki siswa.
  2. Mendiskusikan atau menginformasikan tujuan pelajaran.
  3. Memberikan penjelasan/arahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan.
  4. Menginformasikan materi/konsep yang akan digunakan dan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran
  5. Menginformasikan kerangka pelajaran.
 
Tahap 2 : Presentasi

Pada fase ini, guru dapat menyajikan materi pelajaran baik berupa konsep-konsep maupun keterampilan. Penyajian materi dapat berupa:
  1. Penyajian materi dalam langkah-langkah kecil sehingga materi dapat dikuasai siswa dalam waktu relatif pendek.
  2. Pemberian contoh-contoh konsep.
  3. Pemodelan atau peragaan keterampilan dengan cara demonstrasi atau penjelasan langkah-langkah kerja terhadap tugas.
  4. Menjelaskan ulang hal-hal yang sulit.
 
Tahap 3 : Latihan Terstruktur

Pada fase ini guru memandu siswa untuk melakukan latihan-latihan. Peran guru yang penting dalam fase ini adalah memberikan umpan balik terhadap respon siswa dan memberikan penguatan terhadap respon siswa yang benar dan mengoreksi respon siswa yang salah.
 
Tahap 4 : Latihan Terbimbing
Pada fase ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih konsep atau keterampilan. Latihan terbimbing ini baik juga digunakan oleh guru untuk mengakses/menilai kemampuan siswa untuk melakukan tugasnya. Pada fase ini, peran guru adalah memonitor dan memberikan bimbingan jika diperlukan.
 
Tahap 5 : Latihan Mandiri
Pada fase ini, siswa melakukan kegiatan latihan secara mandiri, fase ini dapat dilalui siswa jika telah menguasai tahap-tahap pengerjaan tugas 85-90% dalam fase bimbingan latihan.
 

Contoh Penerapan Model Pembelajaran Langsung

Definisi Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning)
 

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Langsung

Kelebihan Model Pembalajaran Langsung
  1. Memakai pembelajaran langsung materi yang didapat siswa bisa dikontrol secara sistematis, ini bisa membuat inti materi bisa tersampaikan dengan jelas.
  2. Dapat digunakan dalam lingkungan kelas yang besar maupun kecil.
  3. Dapat bermanfaat untuk memberikan penjelasan data secara efektif dan wawasan yang aktual dan sistematis.
  4. Pembelajaran langsung ini sangat cocok untuk dimanfaatkan dalam mengajari siswa tentang konsep dan skill yang jelas.
  5. Bisa menstimulus siswa untuk tertarik terhadap suatu mata pelajaran atau konsep tertentu.
  6. Pembelajaran ini bisa digunakan untuk menjelaskan suatu informasi kepada siswa yang kurang berminat dalam membaca dan siswa yang kurang mampu dalam mengartikan suatu informasi.
 
Kekurangan Model Pembelajaran Langsung
  1. Tidak semua siswa bagus dalam kemampuan Mengolah Informasi, Memperhatikan Mencatat dan Mendengar. Ini bisa menghambat pelaksanaan pembelajaran langsung kecuali guru bisa telaten dalam mengajarkan materi.
  2. Penerapan pembelajaran ini guru akan kewalahan dalam menentukan kapasitas, pengetahuan dasar, kekuatan siswa dalam mempelajari dan memahami suatu pelajaran.
  3. Pembelajaran ini guru dituntut untuk memiliki penampilan yang powerful seperti berwawasan luas, percaya diri, sistematis, antusias dan tidak membosankan karena pembelajaran ini berpusat pada guru.
  4. Pembelajaran langsung menuntut guru untuk bisa berkomunikasi dengan fleksibel. Bila guru tidak pandai dalam berkomunikasi dan menarik, maka pembelajaran akan tidak ada artinya.
  5. Bila siswa tidak diikutsertakan dalam pembelajaran, maka mereka akan kehilangan fokus dan materi yang dijelaskan akan sedikit yang diterima.
 

Penerapan Model Pembelajaran Langsung


Definisi Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning)

Definisi Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning)


Penutup

 
Pembelajaran langsung dapat didefinisikan sebagai model pembelajaran di mana guru mentransformasikan informasi atau keterampilan secara langsung kepada peserta didik, pembelajaran berorientasi pada tujuan dan di strukturkan oleh guru (Depdiknas, 2010: 24). Menurut Killen dalam depdiknas (2010: 23) Pembelajaran Langsung atau Direct Learning merujuk pada berbagai teknik pembelajaran ekspositori (pemindahan pengetahuan dari guru kepada murid secara langsung, misalnya : melalui ceramah, demonstrasi, dan Tanya jawab) yang melibatkan seluruh kelas. Pendekatan dalam model pembelajaran ini berpusat pada guru, dalam hal ini guru menyampaikan isi materi pelajaran dalam format yang sangat terstruktur, mengarahkan kegiatan para peserta didik, dan mempertahankan fokus pencapaian akademik.


Referensi

  • Affandi M., Evi C., Oktarina P.2013. “Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah”. Semarang: UNISSULA PRESS