Iklan

Asrizal Wahdan Wilsa
Sabtu, 09 Oktober 2021, 22:52 WIB
Last Updated 2021-10-11T17:30:05Z
ArtikelModel Pembelajaran

Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif


Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merujuk pada berbagai macam metode pengajaran dimana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainya dalam memperlajari materi pembelajaran Slavindalam Iskandar (2015,h. 38). Kelompok-kelompok kecil dalam pembelajaran kooperatif yang terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memahami konsep yang di fasilitasi oleh guru. Peran guru dalam pembelajaran kooperatif hanya sebatas fasilitator dan peserta didik di tuntut aktifdalam belajar bersama. Slavin menegaskan bahwa pendekatan paling efektif terhadap manajemen kelas bagi pembelajaran kooperatif adalah meciptakan sebuah sistem penghargaan positif yang di dasarkan pada kelompok.
 
Menurut Anita Lie dalam Isjoni (2016, h. 16) menyebutkan cooperative learning dengan istilah pembelajaran gotong royong, yaitu sistem pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bekerjasama dengan siswa yang lain dalam tugas-tugas yang terstruktur. Lebih jauh dikatakan Cooperative Learning hanya berjalan jika sudah terbentuk suatu kelompok atau suatu tim yang di dalamnya siswa bekerja secara terarah untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan jumlah anggota kelompok pada umumnya terdiri dari4-6 orang saja.
 

Tujuan Pembelajaran Kooperatif

a) Hasil Belajar Akademik

Dalam belajar kooperatif meskipun mencakup beragam tujuan sosial, juga memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama mengerjakan tugas-tugas akademik.


b) Penerimaan Terhadap Perbedaan Individu

Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.

 
c) Pengembangan Keterampilan Sosial

Tujuan penting ketiga pembelajaran kooperatif adalah, mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial.
 

Prinsip - Prinsip Model Pembelajaran Kooperatif

Lundgrn dalam Isjoni (2016, h. 13) menyatakan agar pengajaran dan pembelajaran lebih efektif, maka guru juga harus menguasai dan mengenal prinsip-prinsip cooperatif learning diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “tenggelam atau berenang bersama”
  • Para siswa memiliki tanggung jawab terhadap tiap siswa lain dalam kelompoknya, disamping tanggung jawab terhadap diri sendiri, dalam mempelajari materi yang dihadapi.
  • Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semuanya memiliki tujuan yang sama.
  • Para siswa harus membagi tugas dan berbagi tanggung jawab sama besarnya diantara anggota kelompok.
  • Para siswa akan diberikan suatu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok.
  • Para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan kerja sama selama belajar.
  • Para siswa akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual materi yang dipelajari dalam kelompok kooperatif

Ciri-ciri Model Pembelajaran Kooperatif

Beberapa ciri dari cooperative learning menurut Isjoni (2016, h. 20) adalah:
  1. Setiap anggota memiliki peran
  2. Terjadi hubungan interaksi langsung diantara siswa
  3. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya
  4. Guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok
  5. Guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan.
 

Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif

Menurut Suprijono (2015, h. 84) sintak model pembelajaran kooperatif terdiri dari enam fase sebagai berikut :