Iklan

Asrizal Wahdan Wilsa
Sabtu, 09 Oktober 2021, 22:59 WIB
Last Updated 2021-10-11T17:30:42Z
ArtikelModel PembelajaranPendidikan

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW


Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW

 
Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawan di Universitas Texas, dan kemudian diadaptasi oleh Slavin di Universitas John Hopkins (Arends, 1997). Tipe mengajar jigsaw dikembangkan, sebagai metode cooperatif learning. Tipe ini bisa digunakan dalam beberapa mata pelajaran, seperti ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, matematika, agama, bahasa dan lain-lain.
 
Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu metode pembelajaran yang didasarkan pada bentuk struktur multi fungsi kelompok belajar yang dapat digunakan pada semua pokok bahasan dan semua tingkatan untuk mengembangkan keahlian dan keterampilan setiap kelompok.

Pada model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal, yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, jenis kelamin dan latar belakang keluarga yang beragam. Kelompok ahli, yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal. Kelompok ahli merupakan gabungan dari beberapa ahli yang berasal dari kelompok asal.
 

Pengertian Menurut Para Ahli

  1. Menurut Isjoni (2009:77) pembelajaran kooperatif tipe jigsaw salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal.
  2. Menurut Lie (2004:41) menyatakan jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain.
  3. Menurut Slavin (2008:237) Kunci keberhasilan jigsaw adalah saling ketergantungan, yaitu setiap siswa bergantung kepada anggota timnya untuk dapat memberikan informasi yang diperlukan supaya dapat berkinerja baik pada saat penilaian.

Karakteristik Model Pembelajaran Tipe JIGSAW

 

1. Pembelajaran secara tim

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran secara tim. Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Karena itu, tim harus mampu membuat siswa belajar. Semua anggota tim harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran.

2. Didasarkan pada manejemen kooperatif

Manajemen mempunyai empat fungsi pokok, yaitu:
a. Fungsi perencanaan
Fungsi perencanaan yang dimaksud adalah menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan secara efektif.

b. Fungsi pelaksanaan
Fungsi pelaksanaan menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, melalui langkah-langkah pembelajaran yang sudah ditentukan termasuk ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama.
 
c. Fungsi organisasi
Fungsi organisasi menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pekerjaan bersama setiap anggota kelompok sehingga perlu diatur tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok.
 
d. Fungsi control
Fungsi control menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui tes maupun non tes.
 
3. Kemauan untuk bekerja sama
Prinsip bekerja sama perlu ditekankan dalam proses pembelajaran kooperatif, karena setiap anggota kelompok bukan saja harus diatur tugas dan tanggung jawab masing-masing, akan tetapi juga ditanamkan perlunya saling membantu. Misalnya yang pintar membantu yang kurang pintar.
 
4. Keterampilan bekerja sama
Kemauan bekerja sama itu kemudian dipraktekkan melalui aktivitas dan kegiatan yang tergambarkan dalam keterampilan bekerja sama. Dengan demikian, siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi serta berkomunikasi dengan anggota lain.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW

1) Merancang Rencana Pembelajaran.
Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 4-6 orang siswa dengan kemampuan yang berbeda dan kelompok ini disebut kelompok asal. Dalam mencapai sebuah tujuan pembelajaran setiap siswa diberi tugas untuk mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran untuk belajar bersama dengan kelompok lain itu disebut kelompok ahli.

2) Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli atau kelompok asal, guru menyuruh siswa untuk melakukan persentasi masing-masing kelompok agar guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan.

3) Guru memberikan kuis untuk siswa secara individual agar dapat menambah semangat belajar siswa dan ini gunakan sebagai acuan untuk memancing minat belajar siswa.

4) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor yang dasar ke skor kuis berikutnya.

5) Materi sebaiknya secara alami dan dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran. Sehingga tidak membuat siswa merasa kebingungan dalam menjalankan tugas yang telah diberikan.

6) Guru perlu memperhatikan bahwa dalam menggunakan Jigsaw untuk mempelajari materi baru maka perlu dipersiapkan suatu tuntutan dan isi materi yang runtut serta cukup untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW

Kelebihan:
  1. Siswa diajarkan bagaimana kerja sama dalam kelompok.
  2. Siswa yang lemah dapat terbantu berkat menyelesaikan masalah.
  3. Dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan kelompok lain.
  4. Setiap siswa saling membantu satu sama lain.
  5. Pemahaman materi lebih mendalam.
 
Kekurangan
  1. Jika anggota kelompok kurang akan menimbulkan masalah. Misalnya, jika ada anggota yang hanya bergantung dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pasif dalam diskusi.
  2. Membutuhkan waktu lama.
  3. Maksud dari membutuhkan waktu lama ialah penataan ruang belum terkondisikan dengan baik, sehingga perlu waktu merubah posisi waktu dan juga persiapan yang matang sebelum model pembelajaran ini berjalan dengan baik.
  4. Keadaan kondisi kelas ramai
  5. Kondisi kelas yang ramai dapat membuat siswa bingung dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan pembelajaran baru.

Penutup


Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah model pembelajaran dengan menggunakan pengelompokkan /tim kecil yaitu yang terdiri antara 3-5 siswa yang mempunyai latar belakang yang berbeda. Dan sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok dan setiap kelompok akan memperoleh penghargaan, jika kelompok dapat menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan. Dalam model pembelajaran kooperatif ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu; unsur-unsur model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, prinsip-prinsip kooperatif tipe jigsaw, karakteristik model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, dan langkah-langkah dalam implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.