Iklan

Asrizal Wahdan Wilsa
Sabtu, 09 Oktober 2021, 23:05 WIB
Last Updated 2021-10-11T17:31:09Z
ArtikelModel PembelajaranPendidikan

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division)

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division)

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Model ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman – temannya di Universitas Jhon Hopkin

Dalam STAD, siswa dibagi menjadi kelompok beranggotakan 4 orang yang beragam kemampuan, jenis kelamin, dan sukunya. Guru memberikan suatu pelajaran dan siswa- siswa didalam kelompok memastikan bahwa semua anggota kelompok itu bisa menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya semua siswa menjalani kuis perseorangan tentang materi tesebut, dan pada saat itu mereka tidak boleh saling membantu satu sama lain.
 
Nilai –nilai hasil kuis siswa diperbandingkan dengan nilai rata- rata mereka sendiri yang diperoleh sendirinya, dan niai- nilai itu diberi hadiah berdasarkan pada seberapa tinggi peningkatan yang bisa mereka capai atau seberapa tinggi nilai itu melampaui nilai mereka sebelumnya. Nilai- nilai ini kemudian dijumlah untuk mendapatkan nilai kelompok, dan kelompok yang dapat mencapai kriteria tertentu bisa mendapatkan sertifikat atau hadiah – hadiah yang lainnya.

Slavin memaparkan bahwa: “gagasan utama di belakang STAD adalah memacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan yang di ajarkan guru”. Jika siswa menginginkan kelompok memperoleh hadiah, mereka harus membantu teman sekelompok mereka dalam mempelajari pelajaran. Mereka harus mendorong teman sekelompok untuk melakukan yang terbaik, memperlihatkan norma – norma bahwa belajar itu penting, berharga dan menyenangkan.
 
Para siswa diberi waktu untuk bekerja sama setelah pelajaran diberikan oleh guru, tetapi tidak saling membantu ketika menjalani kuis, sehingga setiap siswa harus menguasai materi itu (tanggung jawab perseorangan ). Para siswa mungkin bekerja berpasangan dan mungkin bertukar jawaban, mendiskusikan ketidaksamaan, dan saling membantu satu sama lain, mereka bisa mendiskusikan pendekatan – pendekatan untuk memecahkan masalah itu, atau mereka bisa saling memberikan pertanyaan tentang isi dari materi yang mereka pelajari itu.

Komponen dalam Pembelajaran STAD dan Langkah-langkahnya

Menurut Slavin, STAD terdiri atas lima komponen utama yaitu presentasi kelas, kerja kelompok (tim), kuis, skor kemajuan individual, rekognisi (penghargaan) kelompok.
 
1) Presentasi Kelas (Class Presentation).
Dalam STAD materi pelajaran mula-mula disampaikan dalam presentasi kelas. Metode yang digunakan biasanya dengan pembelajaran langsung atau diskusi kelas yang dipandu guru. Selama presentasi kelas siswa harus benar-benar memperhatikan karena dapat membantu mereka dalam mengerjakan kuis individu yang juga akan menentukan nilai kelompok.
 
2) Kerja kelompok (Teams Works).
Setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa yang heterogen laki-laki dan perempuan, berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan berbeda. Fungsi utama dari kelompok adalah menyiapkan anggota kelompok agar mereka dapat mengerjakan kuis dengan baik. Setelah guru menjelaskan materi, setiap anggota kelompok mempelajari dan mendiskusikan LKS, membandingkan jawaban dengan teman kelompok dan saling membantu antar anggota jika ada yang mengalami kesulitan. Setiap saat guru mengingatkan dan menekankan pada setiap kelompok agar setiap anggota melakukan yang terbaik untuk kelompoknya dan pada kelompok sendiri agar melakukan yang terbaik untuk membantu anggotanya.
 
3) Kuis (quizzes).
Setelah guru memberikan presentasi, siswa diberi kuis individu. Siswa tidak diperbolehkan membantu sama lain selama kuis berlangsung. Setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari dan memahami materi yang telah disampaikan.
 
4) Peningkatan Nilai Individu (Individual Improvement Score ).
Peningkatan Nilai Individu dilakukan untuk memberikan tujuan prestasi yang ingin dicapai jika siswa dapat berusaha keras dan hasil prestasi yang lebih baik dari yang telah diperoleh sebelumnya. Setiap siswa dapat menyumbangkan nilai maksimum pada kelompoknya dan setiap siswa mempunyai skor dasar yang diperoleh dari rata-rata tes atau kuis sebelumnya. Selanjutnya siswa menyumbangkan nilai untuk kelompok berdasarkan peningkatan nilai individu yang diperoleh.
 
5) Penghargaan Kelompok (Team Recognation).
Kelompok mendapatkan sertifikat atau penghargaan lain jika rata-rata skor kelompok melebihi kriteria tertentu. Skor tim siswa dapat juga digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari peringkat mereka.
 

Tahap Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Pembelajaran Kooperatif tipe STAD terdiri dari enam tahap :
 
1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar.
 
2. Menyajikan informasi.
Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
 
3. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
Menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
 
4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar.
Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
 
5. Evaluasi.
Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau meminta kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja.
 
6. Memberi penghargaan.
Menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

 

Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

  1. Guru memberikan pokok materi yang akan dipelajari kepada siswa, sehingga siswa dapat mencari informasi secara menyeluruh mengenai materi yang akan dibahas dalam pembelajaran tersebut (sebelum pembelajaran).
  2. Siswa dikelompokkan dalam kelompok belajar dengan masing-masing kelompok berjumlah 4-5 orang.
  3. Guru mengawali pembelajaran dengan menyajikan terlebih dahulu materi yang akan didiskusikan. Materi yang disajikan tidak menyeluruh hanya pokoknya saja dan diakhiri dengan beberapa pertanyaan (dapat pula berbentuk LKS) yang harus didiskusikan oleh siswa dalam kelompok belajar.
  4. Siswa mendiskusikan jawaban dari pertanyaan guru dengan teman dalam satu kelompok belajarnya.
  5. Guru berkeliling untuk menjadi fasilitator dalam kegiatan diskusi kelompok belajar siswa.
  6. Setelah kegiatan diskusi kelompok selesai, guru memberikan kuis untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa dalam memahami materi yang telah didiskusikan.
  7. Guru memeriksa hasil kuis dan memberikan penghargaan kepada siswa yang menjawab dengan benar serta kelompok dengan perolehan skor tertinggi. Serta memberi apresiasi pada seluruh kerja lain agar lebih termotivasi lagi.

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Menurut Slavin, cooperative learning mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut: 
Kelebihan
  1. Dapat mengembangkan prestasi siswa, baik hasil tes yang dibuat guru maupun tes baku.
  2. Rasa percaya diri siswa meningkat, siswa merasa lebih terkontrol untuk keberhasilan akademisnya.
  3. Strategi kooperatif memberikan perkembangkan yang berkesan pada hubungan interpersonal di antara anggota kelompok yang berbeda etnis.
 
Kekurangan
  1. Apabila guru terlena tidak mengingatkan siswa agar selalu menggunakan keterampilan-keterampilan kooperatif dalam kelompok maka dinamika kelompok akan tampak macet.
  2. Apabila jumlah kelompok tidak diperhatikan, yaitu kurang dari empat, misalnya tiga, maka seorang anggota akan cenderung menarik diri dan kurang aktif saat berdiskusi dan apabila kelompok lebih dari lima maka kemungkinan ada yang tidak mendapatkan tugas sehingga hanya membonceng dalam penyelesaian tugas.
  3. Apabila ketua kelompok tidak dapat mengatasi konflik-konflik yang timbul secara konstruktif, maka kerja kelompok akan kurang efektif.

Penutup

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah satu metode atau pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang baru mulai menggunakan pendekatan kooperatif dalam kelas, STAD juga merupakan suatu metode pembelajaran kooperatif yang efektif. Gagasan utama dibalik model STAD adalah untuk memotivasi para siswa untuk mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan-keterampilan yang disajikan oleh guru, dan metode pembelajaran ini mampu mengatasi situasi yang tidak kondusif yang ada didalam kelas, mampu juga mengatasi rasa kebosanan siswa. Seperti halnya metode pembelajaran yang lain, metode pembelajaran STAD juga memiliki kelebihan dan kekurangan.