Iklan

Asrizal Wahdan Wilsa
Minggu, 10 Oktober 2021, 22:00 WIB
Last Updated 2021-10-11T17:39:28Z
ArtikelPendidikanWawasan

Definisi, Karakteristik, Komponen, dan Prinsip Bahan Ajar

Definisi, Karakteristik, Komponen, dan Prinsip Bahan Ajar

Kriteria dan Karakteristik Bahan Ajar

 
Bahan ajar merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran siswa di kelas. karenanya bahan ajar menjadi penting dan diperlukan untuk keberlangsungan pembelajaran di kelas. Menurut Depdiknas (2006b) bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas, baik berupa bahan tertulis seperti hand out, buku, modul, lembar kerja mahasiswa, brosur, leaflet, wallchart, maupun bahan tidak tertulis seperti video/film, VCD, radio, kaset, CD interaktif berbasis komputer dan internet. sementara itu, menurut Pannen (Prastowo, 2011) bahan ajar adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
 
Dalam proses pembelajaran, guru selain bertugas sebagai pendidik, pengajar juga dituntut menjadi guru yang produktif dalam pembelajaran dengan menyediakan dan atau menghasilkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa saat pembelajaran dengan begitu tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dalam menyediakan bahan ajar pendidik juga harus mempertimbangkan kriteria-kriteria yang meliputi (1) relevansi (secara psikologis dan sosiologis); (2) kompleksitas; (3) rasional/ilmiah; (4) fungsional; (5) ke-up to date-an; dan (6) komprehensif/keseimbangan (Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran UPI 2011). Semetara itu, berdasarkan kriteria penilaian bahan ajar berupa buku pelajaran setidaknya ada empat syarat terpenuhi bila sebuah bahan ajar dikatakan baik, yaitu (1) cakupan materi atau isi sesuai dengan kurikulum, (2) penyajian materi memenuhi prinsip belajar, (3) bahasa dan keterbacaan baik, dan (4) format buku atau grafika menarik (Puskurbuk, 2012). Lebih lanjut, Kriteria pemilihan bahan ajar mencakup penentuan aspek-aspek perilaku yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta penentuan atau pemilihan jenis bahan ajar sesuai dengan aspek-aspek perilaku yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar ( Depdiknas, 2006 ).
 
Karakteristik bahan ajar, terutama untuk bahan ajar mandiri, mengacu pada pendapat Padmo, dkk, 2004) antara lain adalah: 1) bahan ajar itu dapat dipelajari sendiri oleh peserta didik, bahkan tanpa bantuan guru (selfinstructional), 2) bahan ajar itu mampu menjelaskan sendiri karena disusun mengunakan bahasa sederhana dan isinya runtut, sistematis (self-explanatory power, (3) bahan ajar itu lengkap dengan sendirinya sehingga siswa tidak perlu tergantung bahan lain (self-contained), 4) bahan ajar itu didesain sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik yang belajar.
 
Selain itu, bahan ajar yang baik itu juga adaptif, disampaikan dengan bahasa yang komunikatif, dan mudah atau fleksibel dipelajari atau dioperasikan (user friendly). Purwanto dan Sadjati dalam Padmo (2004) menjelaskan lebih khusus tentang karakteristik bahan ajar yang baik. Menurut kedua ahli tersebut, bahan ajar yang baik memenuhi kriteria berikut: pertama, kriteria tentang isi, berarti isi bahan ajar yang baik harus sesui dengan tujuan pembelajaran, akurat, mutakhir, komprehensif cakupan isinya, tepat dalam menyikapi ras dan agama, dan jenis kelamin; memuat daftar pustaka, senarai, dan indeks. 
 
Kedua, kriteria penyajian, berarti bahan ajar yang baik harus menyajikan materi secara menarik perhatian anak, materi terorganisasi secara sistematis, terdapat petunjuk belajar, mampu mengajak pembaca untuk merespon, berkonsentrasi, gaya bahasa, warna, dan sebagainya. Ketiga, kriteria tentang ilustrasi, berarti bahan ajar yang baik memuat ilustrasi yang sesuai, ilustrasi sesuai/terkait dengan teks, penempatan ilustrasi tepat; ukuran, fokus, dan tampilan seimbang dan serasi. Keempat, kriteria unsur pelengkap, bahan ajar yang baik dilengkapi petunjuk dan tes. Kelima, kriteria tentang kualitas fisik, artinya bahan ajar yang baik dicetak dan dijilid dengan baik, kertas yang digunakan bermutu, serta jenis dan ukuran huruf yang digunakan tepat sesuai karakteristik peserta didik penggunanya.

Keunggulan dan Keterbatasan Bahan Ajar

 
Menurut Mulyasa dalam Lestari (2013) ada beberapa keunggulan dan keterbatasan dari bahan ajar diantaranya sebagai berikut:

  1. Adanya kontrol terhadap hasil belajar mengenai penggunaan standar kompetensi dalam setiap bahan ajar yang harus dicapai oleh siswa.
  2. Dengan adanya tujuan dan cara pencapaian di dalam bahan ajar siswa dapat mengetahui keterkaitan antara pembelajaran dan hasil yang akan diperoleh.
  3. Berfokus pada kemampuan individual siswa, siswa memiliki kemampuan untuk bekerja sendiri dan lebih bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya.Sedangkan keterbatasan dari penggunaan bahan ajar antara lain:
  • Penyusunan bahan ajar yang baik membutuhkan keahlian tertentu.
  • Sulit menentukan proses penjadwalan dan kelulusan, serta membutuhkan manajemen pendidikan yang sangat berbeda dari pembelajaran konvensional.
  • Dukungan pembelajaran berupa sumber belajar pada umumnya cukup mahal berbeda dengan pembelajaran konvensional, sumber belajar seperti alat peraga dapat digunakan bersama dalam proses pembelajaran.
 

Komponen-Komponen Bahan Ajar

 
Menurut Prastowo (2011) ada enam komponen bahan ajar, sebagai berikut:
 
1. Petunjuk belajar
Di dalamnya dijelaskan tentang bagaimana pendidik mengajarkan materi kepada siswa dan bagaimana pula siswa mempelajari materi yang ada dalam bahan ajar tersebut.
 
2. Kompetensi yang akan dicapai
Menjelaskan tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, maupun indikator pencapaian hasil belajar yang harus dikuasai siswa.
 
3. Informasi pendukung
Merupakan berbagai informasi tambahan yang dapat melengkapi bahan ajar, sehingga siswa semakin mudah untuk menguasai pengetahuan yang akan mereka peroleh.
 
4. Latihan-latihan
Komponen ini merupakan suatu bentuk tugas yang diberikan kepada siswa untuk melatih kemampuan mereka setelah mempelajari bahan ajar.
 
5. Petunjuk kerja atau lembar kerja
Petunjuk kerja atau lembar kerja adalah satu lembar atau beberapa lembar kertas yang berisi sejumlah langkah prosedural cara pelaksanaan aktivitas yang harus dilakukan siswa.
 
6. Evaluasi
Suatu komponen evaluasi terdapat sejumlah pertanyaan yang ditujukan kepada siswa untuk mengukur seberapa jauh penguasaan kompetensi yang berhasil mereka kuasai setelah mengikuti proses pembelajaran dengan bahan ajar.

Prinsip-Prinsip Bahan Ajar

 
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran, diantaranya sebagai berikut.
 
1. Prinsip relevansi artinya keterkaitan.
Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebagai misal, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau hafalan.
 
2. Prinsip konsistensi artinya keajegan.
Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah geospasial yang meliputi konsep, teknik pemetaan
 
3. Prinsip kecukupan
Artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.

 

Referensi

  • Anonim. (2016). Panduan Pengembangan Bahan Ajar dan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Diakses dari http://www.puskurbuk.net
  • Depdiknas. (2006b). Pedoman Memilih dan Menyusun Bahan Ajar. Jakarta: Depdiknas
  • Prastowo,Andi. (2011). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
  • Padmo, Dewi., dkk. (2004). Teknologi Pembelajaran: Peningkatan Kualitas Belajar Melalui Teknologi Pembelajaran. Ciputat: Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan.
  • Lestari, Ika. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Padang:Akademia Permata.